PROPOSISI
Proposisi itu bahasa yang digunakan untuk kalimat pernyataan yang memiliki arti penuh dan utuh. Hal ini berarti suatu kalimat harus dapat dipercaya, disangsikan, disangkal, atau dibuktikan benar tidaknya. Singkatnya, proposisi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang dapat dinilai benar atau salah. dia lebih ke pelajaran bahasa indonesia
Dalam ilmu logika, proposisi mempunyai tiga unsur :
- Subyek, perkara yang disebutkan adalah terdiri dari orang, benda, tempat, atau perkara.
- Predikat adalah perkara yang dinyatakan dalam subjek.
- Kopula adalah kata yang menghubungkan subjek dan predikat.
Contohnya kalimat Semua manusia adalah fana. Kata semua dalam kalimat tersebut dinamakan dengan pembilang. Kemudian kata manusia berkedudukan sebagai subyek, sedang adalah merupakan kopula. Adapun predikat di sini diwakili oleh kata fana.
KONSEP DAN NOTASI
DASAR
Di dalam penggunaan nya bahasa matematika khususnya
pada logika sistematis, yang dimaksud proposisi adalah kalimat atau pernyataan
yang selalu mempunyai nilai kebenaran, mungkin pernyataan itu bernilai benar
saja, atau salah saja, tetapi tidak keduanya.
Notasi pernyataan
ditulis dengan huruf kecil p ,q, r, s, t, ¼, dan seterusnya, sedangkan nilai
kebenarannya diberi simbol 1 untuk pernyataan yang bernilai benar dan 0 untuk
pernyataan yang bernilai salah.
Tautologi, Kontradiksi
dan Ekivalen Logika
Tautologi adalah
pernyataan majemuk yang selalu benar untuk semua kemungkinan nilai kebenaran
dari pernyataan-pernyataan komponennya. Sebuah Tautologi yang memuat pernyataan
Implikasi disebut Implikasi Logis. Untuk membuktikan apakah suatu pernyataan
Tautologi, maka ada dua cara yang digunakan. Cara pertama dengan menggunakan
tabel kebenaran, yaitu jika semua pilihan bernilai B (benar) maka disebut
Tautologi, dan cara kedua yaitu dengan melakukan penjabaran atau penurunan
dengan menerapkan sebagian dari 12 hukum-hukum Ekuivalensi Logika.
Contoh:
Lihat pada argumen
berikut:
Jika Tono pergi
kuliah, maka Tini juga pergi kuliah. Jika Siska tidur, maka Tini pergi kuliah.
Dengan demikian, jika Tono pergi kuliah atau Siska tidur, maka Tini pergi
kulah.
Diubah ke variabel
proposional:
A Tono pergi kuliah
B Tini pergi kuliah
C Siska tidur
Diubah lagi menjadi
ekspresi logika yang terdiri dari premis-premis dan kesimpilan. Ekspresi logika
1 dan 2 adalah premis-premis, sedangkan ekspresi logika 3 adalah kesimpulan.
(1) A → B (Premis)
(2) C → B (premis)
(3) (A V C) → B (kesimpulan)
Maka sekarang dapat
ditulis: ((A → B) ʌ (C → B)) → ((A V C) → B
Kontradiksi adalah
kebalikan dari tautologi yaitu suatu bentuk pernyataan yang hanya mempunyai
contoh substansi yang salah, atau sebuah pernyataan majemuk yang salah dalam
segala hal tanpa memandang nilai kebenaran dari komponen-komponennya.
Contoh dari Kontradiksi:
1. (A ʌ ~A)
Pembahasan:
A
~A
(A ʌ ~A)
B
S
S
B
S
S
Dari tabel kebenaran
diatas dapatlah disimpulkan bahwa pernyataan majemuk (A ʌ ~A) selalu salah.
Dua atau lebih
pernyataan majemuk yang mempunyai nilai kebenaran sama disebut ekuivalensi
logika dengan notasi “ dua buah
pernyataan majemuk dikatakan ekuivalen, jika kedua pernyataan majemuk itu
mempunyai nilai kebenaran yang sama untuk semua kemungkinan nilai kebenaran
pernyataan-pernyataan komponen-komponennya.
Aljabar Proposisi
Jika p, q, dan r
merupakan proposisi-proposisi maka berlaku:
1. Hukum idempoten . a. pÚ pºp ; b.
pÙpºp
2. Hukum asosiatif .
a. (p Ú q) Ú r º p Ú (q Ú r)
b. p Ù q) Ù r º p Ù (q Ù r)
3. Hukum komutatif. a.
p Ú q º q Ú p ; b. p Ù q º
q Ù p
4. Hukum distributif
a. p Ú (q Ù r) º (p Ú q) Ù (p
Ú r)
b. p Ù (q Ú r) º (p Ù q) Ú (p Ù r)
5. Hukum Identitas .
a. p Ú Salah º p ; b. p Ù
Benar º p
6. Hukum Identitas. a.
p Ú Benar º Benar ; b. p Ù Salah
º Salah
7. Hukum Komplemen. a.
p Ú p º Benar ; b. p Ù p º
Salah
8. Hukum Komplemen .
a. p º p ; b.
Salah º Benar ; Benar = Salah
9. Hukum De Morgan. a.
p Ú q º p Ù ; b. p Ù q º
p Ú q
IMPLIKASI
“Jika Sore nanti tidak
hujan, maka saya akan mengajakmu nonton”. Janji Elzan ini hanyalah berlaku
untuk kondisi sore nanti tidak hujan. Akibatnya, jika sore nanti hujan, tidak
ada keharusan bagi Elzan untuk mengajak Gusrayani nonton. Misalkan p dan q
adalah pernyataan. Suatu implikasi (pernyataan bersyarat) adalah suatu
pernyataan majemuk dengan bentuk “jika p maka q”, dilambangkan dengan p
CodeCogsEqn (7) q. Pernyataan p disebut hipotesis (ada juga yang
menamakan anteseden) dari implikasi. Adapun pernyataan q disebut konklusi (atau
kesimpulan, dan ada juga yang menamakan konsekuen). Implikasi bernilai salah
hanya jika hipotesis p bernilai benar dan konklusi q bernilai salah
SUMBER : https://id.wikipedia.org/wiki/Proposisi
https://id.wikipedia.org/wiki/Logika
https://id.wikipedia.org/wiki/Gerbang_logika
studentsite.gunadarma.ac.id
http://sap.gunadarma.ac.id/
Kalimat deklaratif yang bernilai benar (true) atau salah (false), tetapi tidak keduanya.
Contoh 1
Semua pernyataan di bawah ini adalah proposisi:
a) 13 adalah bilangan ganjil.
b) 1 + 1 = 2.
c) Ada monyet di bulan.
d) Hari ini adalah hari Rabu.
e) x + y = y + x untuk setiap x dan y bilangan riil.
Semua pernyataan di bawah ini adalah proposisi:
a) 13 adalah bilangan ganjil.
b) 1 + 1 = 2.
c) Ada monyet di bulan.
d) Hari ini adalah hari Rabu.
e) x + y = y + x untuk setiap x dan y bilangan riil.
Contoh 2
Semua pernyataan di bawah ini bukan proposisi
(a) Jam berapa kereta api Argo Bromo tiba di Gambir?
(b) Isilah gelas tersebut dengan air!
(c) x + 3 = 8
Semua pernyataan di bawah ini bukan proposisi
(a) Jam berapa kereta api Argo Bromo tiba di Gambir?
(b) Isilah gelas tersebut dengan air!
(c) x + 3 = 8
Proposisi dilambangkan dengan huruf kecil p, q, r, ….
Misalkan p dan q adalah proposisi.
1. Konjungsi (conjunction): p dan q
Notasi p ^ q,
2. Disjungsi (disjunction): p atau q
Notasi: p v q
3. Ingkaran (negation) dari p: tidak p
Notasi: ~p
1. Konjungsi (conjunction): p dan q
Notasi p ^ q,
2. Disjungsi (disjunction): p atau q
Notasi: p v q
3. Ingkaran (negation) dari p: tidak p
Notasi: ~p
Contoh 3
Diketahui proposisi-proposisi berikut:
p : Hari ini hujan
q : Murid-murid diliburkan dari sekolah
Diketahui proposisi-proposisi berikut:
p : Hari ini hujan
q : Murid-murid diliburkan dari sekolah
p ^ q : Hari ini hujan dan murid-murid diliburkan dari
sekolah
p v q : Hari ini hujan atau murid-murid diliburkan
dari sekolah
~p : Tidak benar hari ini hujan
(atau: Hari ini tidak hujan)
sekolah
p v q : Hari ini hujan atau murid-murid diliburkan
dari sekolah
~p : Tidak benar hari ini hujan
(atau: Hari ini tidak hujan)
Contoh 4
Diketahui proposisi-proposisi berikut:
p : Pemuda itu tinggi
q : Pemuda itu tampan
Nyatakan dalam bentuk simbolik:
(a) Pemuda itu tinggi dan tampan
(b) Pemuda itu tinggi tapi tidak tampan
(c) Pemuda itu tidak tinggi maupun tampan
(d) Tidak benar bahwa pemuda itu pendek atau tidak
tampan
(e) Pemuda itu tinggi, atau pendek dan tampan
(f) Tidak benar bahwa pemuda itu pendek maupun
tampan
Diketahui proposisi-proposisi berikut:
p : Pemuda itu tinggi
q : Pemuda itu tampan
Nyatakan dalam bentuk simbolik:
(a) Pemuda itu tinggi dan tampan
(b) Pemuda itu tinggi tapi tidak tampan
(c) Pemuda itu tidak tinggi maupun tampan
(d) Tidak benar bahwa pemuda itu pendek atau tidak
tampan
(e) Pemuda itu tinggi, atau pendek dan tampan
(f) Tidak benar bahwa pemuda itu pendek maupun
tampan
Tabel Kebenaran
Tautologi dan Kontradiksi
Proposisi majemuk disebut tautologi jika ia benar
untuk semua kasus
Proposisi majemuk disebut kontradiksi jika ia salah
untuk semua kasus.
untuk semua kasus
Proposisi majemuk disebut kontradiksi jika ia salah
untuk semua kasus.
Ekivalensi Logika
Dua buah proposisi majemuk, P(p, q, ..) dan Q(p, q, ..) disebut ekivalen secara logika jika keduanya mempunyai tabel kebenaran yang identik.
Notasi: P(p, q, …) <=> Q(p, q, …)
Notasi: P(p, q, …) <=> Q(p, q, …)
SUMBER : https://id.wikipedia.org/wiki/Proposisi
https://id.wikipedia.org/wiki/Logika
https://id.wikipedia.org/wiki/Gerbang_logika
studentsite.gunadarma.ac.id
http://sap.gunadarma.ac.id/









juga subhimpunan dari A.

adalah sebuah keluarga himpunan. Perhatikan bahwa untuk sembarang himpunan A, maka himpunan kuasanya,
adalah sebuah keluarga himpunan.
bukanlah sebuah kelas, karena mengandung anggota c yang bukan himpunan.
adalah 4. Himpunan
juga memiliki anggota sejumlah 4. Berarti kedua himpunan tersebut ekivalen satu sama lain, atau dikatakan memiliki kardinalitas yang sama.
yang memetakan satu-satu dan kepada himpunan A ke B, maka kedua himpunan tersebut memiliki kardinalitas yang sama.
, yaitu himpunan bilangan asli, maka himpunan tersebut disebut denumerabel. Kardinalitas dari himpunan tersebut disebut sebagai kardinalitas
.
.