2.1 Teori Asal-usul Kehidupan di Bumi
Awal mulanya dunia ini hanya sebatas planet yang kosong dan lama kelamaan dunia ini penuh dengan makhluk – makhluk yang menempati bumi ini dan mulailah terjadi kehidupan di dunia ini. Sejarah kehidupan dibumi dapat diungkap melalui fosil
Awal mulanya dunia ini hanya sebatas planet yang kosong dan lama kelamaan dunia ini penuh dengan makhluk – makhluk yang menempati bumi ini dan mulailah terjadi kehidupan di dunia ini. Sejarah kehidupan dibumi dapat diungkap melalui fosil
· Ada tiga bahan utama yang dibutuhkan untuk membuat makhluk pertama, yaitu hidrogen sulfida, hidrogen sianida, dan sinar matahari.
Awalnya, meteorit-meteorit dari angkasa yang jatuh di bumi diyakini membawa bahan-bahan khusus yang bereaksi dengan gas nitrogen yang ada di udara untuk membentuk hidrogen sianida dalam jumlah besar.
Hidrogen sianida itu lantas bercampur dengan air, dan kemudian akhirnya bertemu dengan hidrogen sulfida yang banyak terbentuk di sekitar gunung berapi kawah laut.
Lalu, matahari yang menyinari campuran hidrogen tadi dengan sinar ultraviolet. Dari situlah lahir asam-asam nukleat atau senyawa awal pembentuk DNA dan jaringan sel pertama.
Lewat serangkaian penelitian, kimiawan Universitas Cambridge berhasil membuat 50 jenis asam nukleat hanya dari tiga bahan utama kehidupan tadi. Angka tersebut cukup untuk melahirkan sel hidup ke dunia.
Sel yang baru terbentuk lama kelamaan bergabung menjadi satu membentuk organisme baru, semuanya berada dalam air. Oleh sebab itu, ilmuwan percaya bila makhluk hidup pertama berasal dari dalam air sebelum akhirnya berevolusi dan naik ke daratan.
Apabila teori dan penelitian kimiawan Universitas Cambridge diakui benar oleh ilmuwan di dunia, tidak salah lagi bila hal ini adalah salah satu penemuan terbesar dalam sejarah manusia.
Dibawah ini adalah beberapa Zaman asal mula kehidupan dibumi bumi :
1. Era arkea /archean (4600-2500 juta tahun)
Pada era arkean bumi terbentuk melalui proses evolusi biokimiawi yang
selanjutnya proses tersebut menghasilkan sel pertama dan menghasilkann
organisme pertama.
2. Era proteozoikum/proterozoic (2500-544 juta tahun)
Pada era ini bumi terbentuk melalui sel prokarya, lalu sel prokarya
menghasilkan bakteri penghasil oksigen yg berguna bagi seluruh kehidupan
manusia.Selain itu bumi juga terbentuk melelui sel eukaryota pertama yg
mengahasilkan protista yg terbagi menjadi ;profita,protozoa,hewan overtabrata
muncul.
3. Era Palezoikum/paleozoic (544-250 juta tahun)
Pada zaman ini muncul hewan hewan bertulang belakang seperti arthropoda,
vertebrata. contoh : ikan, reptil dan fungi
4. Era Mesozoikum/mesozoic (250-60 juta tahun)
Pada zaman ini muncul hewan – hewan dinosaurus kecil lalu besar dan lama
kelaman pada zaman ini semua hewan dinosaurus punah
5. Era senozoikum/cenozoic (65 juta tahun)
Pada zaman ini mulai muncul mamalia kecil dan tak lama muncul mamalia besar
. dan pada eara ini muncul hewan primata seperti monyet ,karena monyet
merupakan nenek moyang manusia yg disebut manusia purba lalu muncul manusia
pertama dan muncul manusia modern.
TEORI ABIOGENESIS DAN BIOGENESIS
2.2.1 Teori Abiogenesis
Tokoh teori Abiogenesis adalah Aristoteles (384-322 SM). Dia adalah seorang
filosof dan tokoh ilmu pengetahuan Yunani Kuno. Teori Abiogenesis ini
menyatakan bahwa makhluk hidup yang pertama kali menghuni bumi ini berasal dari
benda mati.
Sebenarnya
Aristoteles mengetahui bahwa telur-telur ikan apabila menetas akan menjadi ikan
yang sifatnya sama seperti induknya. Telur-telur tersebut merupakan hasil
perkawinan dari induk-induk ikan. Walau demikian, Aristoteles berkeyakinan
bahwa ada ikan yang berasal dari lumpur.
Bagaimana cara
terbentuknya makhluk tersebut? Menurut penganut paham Abiogenesis, makhluk
hidup tersebut terjadi begitu saja atau secara spontan. Oleh sebab itu, paham
atau teori Abiogenesis ini disebut juga paham Generation Spontanea. Jadi, kalau
pengertian Abiogenesis dan Generation Spontanea kita gabungkan, maka pendapat
paham tersebut adalah makhluk hidup yang [ertama kali di bumi tersebut dari
benda mati/tak hidup yang terjadinya secara spontan, misalnya:
1.
Ikan dan katak berasal dari lumpur.
2.
Cacing berasal dari tanah, dan
3.
Belatung berasal dari daging yang
membusuk.
Paham Abiogenesis bertahan cukup lama,
yaitu semenjak zaman Yunani Kuno (ratusan tahun sebelum masehi) hingga
pertengahan abad ke-17. Pada pertengahan abad ke-17, Antonie Van Leeuwenhoek
menemukan mikroskop sederhana yang dapat digunakan untuk mengamati benda-benda
aneh yang amat kecil yang terdapat pada setetes air rendaman jerami. Oleh para
pendukung paham Abiogenesis, hasil pengamatan Antonie Van Leeuwenhoek ini
seolah-olah memperkuat pendapat mereka.
2.2.2 Teori Biogenesis
Walaupun telah bertahan selama ratusan tahun, tidak semua orang membenarkan
paham Abiogenesis. Orang-orang yang ragu terhadap kebenaran paham Abiogenesis
tersebut terus mengadakan penelitian memecahkan masalah tentang awal mula
kehidupan. Orang-otang yang tidak puas terhadp pandangan Abiogenesis itu antara
lain Francesco Redi (Italia, 1626-1799), Lazzaro Spallanzani (Italia,
1792-1799), dan Louis Pasteur (Prancis, 1822-1895). Berdasarkan hasil
penelitian dari tokoh-tokoh ini, akhirnya paham Abiogenesis/Generation
Spontanea menjadi pudar karena paham tersebut tidak dapat di pertanggung
jawabkan kebenarannya.
2.2.3 PERCOBAAN DARI PARA ILMUWAN
PENCETUS TEORI ASAL MULA KEHIDUPAN DI BUMI
1.
Percobaan Francesco Redi (1626-1697)
Untuk menjawab keragu-raguannya terhadap
paham Abiogenesis, Frncesco Redi mengadakan percobaan. Pada percobaannya Redi
menggunakan tiga bahan kerat daging dan tiga toples. Percobaan Redi
selengkapnya adalah sebagai berikut:
§ Stoples I : Diisi dengan sekerat danging, ditutup rapat-rapat.
§ Stoples II : Diisi dengan sekarat daging, dibiarkan tetap terbuka.
§ Stoples III: Diisi dengan sekarat daging,dibiarkan tetap terbuka.
Selanjutnya ketiga stoples tersebut
diletakkan pada rempat yang aman. Setelah beberapa hari, keadaan daging dalam
ketiga stoples tersebut diamati. Dan hasilnya sebagai berikut:
§ Stoples I : Daging tidak busuk dan pada daging ini tidak ditemukan
jentik/larva atau belatung dan lalat.
§ Stoples II : Daging tampak membusuk dan didalamnya ditemukan banyak larva
atau belatung dan lalat.
Berdasarkan hasil percobaan tersebut,
Francesco Redi menyimpulkan bahwa larva atau belatung yang terdapat dalam
daging busuk di stoples II dan III bukan terbentuk dari daging yang membusuk,
tetapi berasal dari telur lalat yang ditinggal pada daging ini ketika lalat
tersebut hinggap disitu. Hal ini akan lebih jelas lagi, apabila melihat keadaan
pada stoples II, yang tertutup kain kasa. Pada kain kasa penutupnya ditemukan
lebih banyak belatung, tetapi pada dagingnya yang membusuk belatung relative
sedikit.
2. Percobaan
Lazzaro Spallanzani (1729-1799)
Yang juga merupakan ahli biologi dari
Italia, membuktikan ketidak benaran teori Abiogenesis dengan menggunakan air
kaldu yang diisikan pada dua buah labu erlenmeyer.Labu pertama diisi air kaldu
kemudian dibiarkan tetap terbuka, sedangkan labu kedua diisi air kaldu,
kemudian ditutup dengan rapat.Setelah beberapa hari kemudian, air kaldu dalam
labu pertama berubah menjadi keruh dengan bau tidak enak, sedangkan air kaldu
pada labu ke dua tidak mengalami perubahan apapun.Dari percobaan tersebut,
Spallanzani menarik kesimpulan bahwa mikroba pembusuk yang membusukan air kaldu
dalam labu pertama bukanlah berasal dari air kaldu, melainkan dari mikroba yang
sebelumnya terdapat di udara yang masuk ke dalam labu.Buktinya, bila labu
ditutup rapat pembusukan air kaldu tidak terjadi. Dengan percobaan itu pula
Spallanzani menyatakan bahwa asal usul kehidupan dimulai dari telur (omne ovum
ex vivum).
3. Percobaan
Louis Pasteur (1822-1895)
Yang merupakan ahli biologi Perancis,
membuktikan ketidakbenaran teori Abiogenesis melalui eksperimen dengan berbagai
jenis jasad renik. Eksperimen dilakukan dengan meletakan air kaldu yang sudah
dipanaskan ke dalam tabung leher angsa (leher yang meski corongnya terbuka tapi
udara tidak bisa masuk). Air kaldu tersebut didiamkan selama beberapa waktu
namun bakteri tidak dapat membusukannya. Baru setelah tabung dimiringkan hingga
kaldu mencapai ujung corong, bakteri pembusuk dapat membusukan air kaldu.
Dengan percobaan itu, Pasteur menyatakan bahwa asal usul kehidupan dimulai dari
kehidupan sebelumnya (omne vivum ex vivum). Dari hasil percobaan-percobaan yang
dilakukan oleh Redi, Spallanzani, dan Pasteur itulah teori asal usul kehidupan
berasal dari kehidupan (biogenesis) mulai berkembang, seiring dengan itu pula
teori abiogenesis pun mulai ditinggalkan. Lebih lanjut, perkembangan tentang
teori asal usul kehidupan juga diteliti melalui cabang ilmu alam lainnya seperti
kimia
2.2
Perkembangbiakan secara Seksual dan Aseksual
* Perkembangbiakan Seksual
Pada reproduksi seksual tidak selalu terjadi pembuahan, namun
kadang-kadang dapat terbentuk individu baru tanpa adanya pembuahan, sehingga
reproduksi secara kawin pada hewan invertebrata dapat dibedakan menjadi dua,
yaitu:
Tanpa pembuahan, yaitu pada peristiwa
Partenogenesis, sel telur tanpa dibuahi dapat tumbuh menjadi individu baru.
Misalnya pada lebah jantan dan semut jantan.
Dengan pembuahan, dapat dibedakan atas
konjugasi dan anisogami.
Konjugasi, ini terjadi pada invertebrata
yang belum jelas alat reproduksinya misalnya Paramecium.
Anisogami, yaitu peleburan dua asel
kelamin yang tidak sama besarnya, misalnya peleburan mikrogamet dan makrogamet
pada Plasmodium, dan peleburan sperma dengan ovum di dalam rahim.
Contoh :
1. Aves
Fertilisasi internal dengan kloaka. Semua jenis burung bereproduksi
dengan cara bertelur (ovipar). Ada burung yang mengerami telurnya, ada yang
menyimpannya dalam lubang-lubang yang ditutupi daun, ada pula yang menyimpan
telurnya didalam pasir. Seekor burung sekali musim hanya mampu bertelur
beberapa butir saja. Pada burung merpati, sekali musim bertelur mengeluarkan 2
butir telur yang akan menetas menghasilkan burung jantan dan betina. Embrio
yang berkembang dalam cangkang mendapat makanan dari cadangan makanan yang tersimpan
dalam telur tersebut.
2. Amfibi
Seperti pada ikan, katak juga bertelur dengan fertilisasi eksternal.
Telur yang telah dibuahi akan bergerombol dipermukaan air. Setelah enam hari
telur akan menetas menghasilkan berudu atau kecebong. Berudu hidup di dalam air
dan bernafas dengan insang. Setelah mengalami metamorfosis selama 1- 3 bulan,
ia akan berubah bentuk menjadi katak. Pada umur satu tahun katak telah menjadi
dewasa
* Perkembangbiakan Aseksual
Dalam reproduksi aseksual, suatu individu dapat melakukan reproduksi
tanpa keterlibatan individu lain dari spesies yang sama. Pembelahan sel bakteri
menjadi dua sel anak adalah contoh dari reproduksi aseksual. Walaupun demikian,
reproduksi aseksual tidak dibatasi kepada organisme bersel satu. Kebanyakan
tumbuhan juga memiliki kemampuan untuk melakukan reproduksi aseksual.
Perkembangbiakan secara aseksual pada
hewan invertebrata terjadi dengan cara:
Membelah diri (pembelahan biner), yaitu
pembelahan diri dari satu sel menjadi dua sel baru. Misalnya, terjadi pada
Protozoa.
Fragmentasi, yaitu pemisahan sebagian
sel dari suatu koloni dan selanjutnya membentuk koloni sel baru. Misalnya,
terjadi pada Volvox.
Sporulasi atau pembentukan spora,
misalnya Plasmodium (penyebab malaria) pada fase oosit. Oosit akan membelah dan
selanjutnya akan menghasilkan sporozoit.
Pembentuhan tunas, misalnya pada hewan
Hydra dan Porifera
Dengan regenerasi, yaitu sebagian tubuh
terpisah dan selanjutnya bagian tadi dapat tumbuh menjadi individu baru yang
lengkap. Misalnya pada Planaria dan Bintang Laut
Reproduksi
adalah suatu proses biologis di mana individu organisme baru diproduksi.
Reproduksi adalah cara dasar mempertahankan diri yang dilakukan oleh semua
bentuk kehidupan; setiap individu organisme ada sebagai hasil dari suatu proses
reproduksi oleh pendahulunya. Cara reproduksi secara umum dibagi menjadi dua
jenis: seksual dan aseksual.
Dalam
reproduksi aseksual, suatu individu dapat melakukan reproduksi tanpa
keterlibatan individu lain dari spesies yang sama. Pembelahan sel bakteri
menjadi dua sel anak adalah contoh dari reproduksi aseksual. Walaupun demikian,
reproduksi aseksual tidak dibatasi kepada organisme bersel satu. Kebanyakan
tumbuhan juga memiliki kemampuan untuk melakukan reproduksi aseksual.
Reproduksi
seksual membutuhkan keterlibatan dua individu, biasanya dari jenis kelamin yang
berbeda. Reproduksi manusia normal adalah contoh umum reproduksi seksual.
Secara umum, organisme yang lebih kompleks melakukan reproduksi secara seksual,
sedangkan organisme yang lebih sederhana, biasanya satu sel, melakukan
reproduksi secara aseksual.
Reprosuksi Seksual
Mula-mula Hifa berbeda jenis saling
berdekatan.
Hifa betina akan membentuk Askogonium
dan hifa jantan akan membentuk Anteridium, masing-masing berinti haploid.
Dari askogonium akan tumbuh Trikogin
yaitu saluran yang menghubungkan askogonium dan anteridium.
Melalui trikogin anteridium pindah dan
masuk ke askogonium sehingga terjadi plasmogami.
Askogonium tumbuh membentuk sejumlah
hifa askogonium yang dikarion. Pertumbuhan terjadi karena pembelahan mitosis
antara inti-inti tetapi tetap berpasangan.
Pada ascomycota yang memiliki badan
buah, kumpulan hifa askogonium yang dikariotik ini membentuk jalinan kompak
yang disebut Askokarp. Ujung-ujung hifa pada askokarp membentuk askus dengan
inti haploid dikariotik.
Di dalam askus terjadi kariogami
menghasilkan inti diploid.
Di dalam askus terdapat 8 buah spora.
Spora terbentuk di dalam askus sehingga disebut sporaaskus. Spora askus dapat
tersebar oleh angin. Jika jatuh di tempat yang sesuai, spora askus akan tumbuh
menjadi benang hifa yang baru.
Catatan: Di dalam askus terdapat 8 buah
spora karena 2 inti diploid melakukan pembelahan meiosis menghasilkan 4 inti
haploid. Setiap haploidakan membelah secara mitosis sehingga setiap askus
terdiri dari 8 buah spora
Reproduksi Aseksual
Reproduksi
aseksual adalah proses reproduksi dimana keturunan timbul dari orangtua
tunggal, dan mewarisi gen dari satu orang tua. Aseksual adalah reproduksi yang
tidak melibatkan meiosis, ploidi pengurangan, atau fertilisasi. Sebuah definisi
yang lebih ketat adalah agamogenesis yang adalah reproduksi tanpa fusi gamet.
Reproduksi aseksual adalah bentuk reproduksi organisme bersel tunggal seperti
archaea, bakteri, dan protista. Banyak tanaman dan jamur bereproduksi secara
aseksual juga.
Sementara
semua prokariota bereproduksi secara aseksual (tanpa pembentukan dan fusi
gamet), mekanisme transfer gen lateral yang seperti konjugasi, transformasi,
dan transduksi kadang-kadang disamakan dengan reproduksi seksual. Kurang
lengkapnya reproduksi seksual relatif jarang terjadi di antara organisme
multiseluler, terutama hewan.
Hal
ini tidak sepenuhnya mengerti mengapa kemampuan untuk bereproduksi secara
seksual begitu umum di antara mereka. Hipotesis saat ini menunjukkan bahwa
reproduksi aseksual mungkin memiliki manfaat jangka pendek ketika pertumbuhan
penduduk yang cepat adalah penting atau dalam lingkungan yang stabil, sedangkan
reproduksi seksual menawarkan keuntungan bersih dengan generasi yang lebih
cepat memungkinkan keragaman genetik, memungkinkan adaptasi terhadap perubahan
lingkungan. Kendala perkembangan mungkin mendasari mengapa beberapa hewan telah
melepaskan reproduksi seksual sepenuhnya dalam siklus hidup mereka.
Reproduksi aseksual misalnya Membelah
diri, Tunas (Reproduksi), Reproduksi vegetatif, Fragmentasi, Sporogenesis,
Partenogenesis, dan Apomiksis.
contoh reproduksi pada tanaman
Sarcoscypha coccinea
Sarcoscypha coccinea
Dilakukan dengan membentuk kuncup.
Kuncup terbentuk pada sel induk yang kemudian lepas. kadang-kadang kuncup tetap
melekat pada induk selnya membentuk rantai sel yang disebut hifasemu atau
pseudohifa
2.3 Geografi
Penyebaran Makhluk Hidup
Di bumi ini, terdapat berbagai macam jenis makhluk hidup yang
berbeda-beda. Namun terkadang kita melihat adanya kesamaan antara makhluk hidup
di suatu wilayah dengan wilayah lain. Hal ini di karenakan adanya faktor
penyebaran makhluk hidup. Berikut mari kita bahas apa saja sih, faktor-faktor
tersebut
a.Faktor BIOTIK
1) Aktivitas Manusia
Aktivitas manusia tentu sangat berpengaruh terhadap penyebaran makhluk
hidup. Contohnya, apabila kita menebang pohon, maka florapun lama-kelamaan akan
habis. Dengan habisnya flora, maka tidak ada lagi makanan untuk para fauna, dan
para faunapun mencari wilayah dimana masih terdapat bahan makanan untuk mereka.
2) Flora dan Fauna
Hewan memiliki peranan terhadap tumbuhan, contohnya membantu dalam proses
penyerbukan, hal ini biasanya dilakukan oleh lebah, kupu-kupu, dan lain-lain.
Selain hewan, tumbuhanpun juga berperan dalam menyuburkan tanah. Tanah yang
subur, memungkinkan terjadinya perkembangan kehidupan tumbuh-tumbuhan, serta
dapat mempengaruhi kehidupan faunanya.
b.Faktor ABIOTIK
1) Iklim
Faktor iklim (suhu, kelembapan udara, angin, dll) juga sangat
berpengaruh terhadap penyebaran makhluk hidup. Faktor suhu dan kelembapan
sangat berpengaruh bagi perkembangan fisik tumbuhan. Sedangkan matahari, sangat
berperan dalam proses fotosintesis. Perbedaan iklim di suatu wilayah
menyebabkan jenis tumbuhan maupun hewannya berbeda-beda juga. Berdasarkan
tingkat kelembapan udaranya, tumbuhan dapat dibagi menjadi tiga kelompok :
Xerophyta : Tumbuhan yang mampu
beradaptasi di daerah kering sekalipun (contoh = kaktus)
Mesophyta : Tumbuhan yang dapat hidup di
tanah yang lembab (Contoh = Padi)
Tropophyta : Tumbuhan yang di dalam
kehidupannya membutuhkan banyak air (Contoh = eceng gondok
2) Keadaan Tanah
Perbedaan jenis tanah, mulai dari
tekstur hingga zat mineral yang terkandung di dalamnya, dapat mempengaruhi
berbagai jenis tanaman yang tumbuh. Mengenai tekstur, dapat mempengaruhi daya
serap tanah terhadap air. Ketika tanah tersebut memiliki daya serap air yang
tinggi, maka berbagai jenis tanamanpun dapat tumbuh, dan begitu pula
sebaliknya. Contoh perbandingan wilayah tropis dengan gurun pasir. Daerah
tropis banyak ditumbuhi hutan lebat, pohonnya yang tinggi-tinggi dan daunnya
selalu berwarna hijau. Sebaliknya, di gurun pasir hanya tanaman tertentu saja yang
dapat tumbuh (seperti kaktus).
3) Air
Air memiliki peranan penting bagi
tumbuhan, yaitu dapat melarutkan dan membawa makanan yang diperlukan bagi
tumbuhan dari dalam tanah. Adanya air tergantung dengan adanya curah hujan di
daerah tertentu. Daerah yang curah hujannya kurang, keanekaragaman
tumbuhannyapun kurang dibandingkan
daerah yang memiliki bannyak curah hujannya, seperti di daerah tropis.
4) Tinggi Rendah Permukaan Bumi
Permukaan bumi terdiri dari berbagai macam
relief, seperti daerah pegunungan, pantai, dataran rendah dan perbukitan.
Perbedaan tinggi rendah permukaan bumi, mengakibatkan adanya variasi suhu
udara. Variasi suhu udara tersebutlah
yang mempengaruhi keanekaragaman tumbuhan.Semakin tinggi suatu daerah semakin
dingin suhu udara di daerah tersebut. Dan begitu pula sebaliknya. Contohnya,
tanaman yang hidup di daerah pantai, banyak di tumbuhi oleh pohon kelapa, namun
lain halnya pada daerah pegunungan, yang memiliki banyak keanekaragaman
tumbuhan, pohon-pohon yang rimbun, dan lain lain.
Penyebaran Flora dan Fauna
1) Penyebaran Flora
Flora di Indonesia sangatlah banyak.
Flora di Indonesia bagian barat, memiliki banyak
kesamaan dengan benua Asia. Hal ini di
sebabkan karena wilayah Indonesia bagian barat pernah bersatu dengan daratan
Asia. Sehingga flora ini disebut sebagai flora Asiatis. Flora Indonesia bagian
barat terdiri dari :
Hutan Hujan Tropik
Ditandai oleh rimba belantara dengan
tumbuhan yang beraneka ragam. Hutan hujan tropik yang lengkap masih memiliki
ciri-ciri berdaun lebar, pohon tinggi besar, belukar-belukar tropik serta
cendawan. wilayah ini terdapat di daerah Sumatra, Jawa dan Kalimantan.
Hutan Musim.
Merupakan daerah yang ditumbuhi flora
yang menggugurkan daunnya di musim kemarau. Wilayah ini terdapat di daerah
Jawa.
Hutan Bakau. merupakan daerah yang
terdiri dari flora khas pantai, seperti rumbia, nipah, dan bakau.
Sabana Tropik.
Merupakan padang rumput yang diselingi
pohon tegakan tinggi. Wilayah ini dapat ditemui di wilayah Timur Jawa Timur,
bali, dan Gayo.
Wilayah ini memiliki berbagai jenis
vegetasi, antara lain :
Sabana Tropik yang ada di Nusa Tenggara
Barat
Merupakan padang rumput yang diselingi
pohon tegakkan tinggi. Steppa banyak terdapat di Nusa Tenggara Timur
Hutan bakau yang terdiri dari nipah dan
bakau
Hutan pegunungan yang terdiri dari
cemara dan pinus
Jenis Flora di wilayah Indonesia bagian Timur disebut juga sebagai
FloraAustralis. karena wilayah ini pernah bersatu dengan daratan Australia.
Flora bagian Timur ini banyak terdapat di Papua. jenis vegetasinya adalah Hutan
hujan tropik, hutan pegunungan, dll.
Apabila dilihat dari lingkup dunia, maka persebaran flora dibagi menjadi
beberapa wilayah penyebaran :
a.Wilayah Ethiopian : wilayah yang
penyebarannya meliputi benua Afrika, dari sebelah selatan gurun sahara,
Madagaskar dan selatan Saudi Arabia. Tumbuhan yang khas di daerah ini meliputi
kaktus.
b.Wilayah Paleartik : Wilayah
persebarannya meliputi hampir seluruh benua Eropa, Uni Sovyet, daerah dekat
Kutub Utara sampai pegunungan Himalaya, Kepulauan Inggris di Eropa Barat sampai
Jepang, selat Bering di pantai Pasifik, dan benua Afrika paling Utara. Kondisi
pada wilayah ini bervariasi mulai dari perbedaan suhu, curah hujan, maupun
kondisi permukaan tanah, menyebabkan tanaman yang tumbuh juga bervariasi.
Contoh : Bunga Sakuradi Jepang.
c.Wilayah Nearktik : Persebarannya
meliputi wilayah amerika Serikat, Amerika Utara dekat Kutub Utara, dan
Greenland. Flora yang khas adalah flora yang tumbuh pada daerah-daerah yang
dingin. Contoh : cemara yang biasa tumbuh di daerah bersalju.
Wilayah Neotropikal : Persebarannya
meliputi Amerika Tengah, Amerika Selatan dan sebagian besar Meksiko. Iklim di
wilayah ini sebagian besar beriklim tropik dan bagian Selatan beriklim sedang.
Contoh : Pohon Eboni
d.Wilayah Oriental : Wilayah
penyebarannya meliputi daerah Asia bagian Selatan pegunungan Himalaya, India,
Sri Langka, Semenanjung Melayu, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan
Filiphina. Contoh : Bunga Bangkai
Bunga bangkai
e.Wilayah Australian : Wilayah ini
mencakup Australia, Selandia Baru, Irian, Maluku, pulau-pulau di sekitarnya,
dan kepulauan di Samudera Pasifik. Contoh : Eukaliptus
C Pembagian Wilayah Berdasarkan Iklim
a) Daerah Tropik
Memiliki ciri beriklim panas,
matahari bersinar sepanjang tahun, perubahan suhu antara Jahuari hingga
Desember sangatlah sedikit, curah hujan sangat tinggi. Terdapat ribuan spesies
tumbuhan yang dapat membenntuk suatu hutan tropik dengan ciri-ciri sebagai
berikut:
-Pohon-pohonnya besar dan tinggi, dapat
mencapai 20-40 m
-Cabang pohon panjang dan banyak,
membentuk naungan pohon yang luas
-Di dalam naungan pohon hidup tumbuhan
yang menempel (epifit) yang melakukan adaptasi dengan lingkungan kering karena
hidup dari air dan curah hujan yang dikandung cabang atau dahan tempat menempel
-Tanah dibawah naungan hampir tidak
pernah mendapatkan sinar matahari. Hal ini menyebabkan tanaman merambat,
menjalar ke atas. Misalnya rotan
-Di lapisan terbawah, hidup lumut dan
rumput sebagai makanan hewan kecil.
Didalam hutan tropis yang
lebat, terdapat beraneka ragam binatang, mulai dari bakteri pembusuk dalam
tanah, burung, kera, sampai harimau dan binatang besar lainnya. Sedangkan
tumbuhan yang hidup dalam tumbuhan ini, memiliki ciri : berukuran kecil, tumbuh
ketika hujan turun, berbunga dan berbiji dalam ukuran kecil dan tahan lama,
tumbuh pada musim penghujan tahun berikutnya.
Ciri lingkungan abiotiknya : suhu udara pada siang hari sangat tinggi,
sekitar 50oC sedangkan pada malam hari dapat mencapai 0oC. kelembapan udara
sangat rendah, penguapan air sangat tinggi, yang berakibat pada tanahnya yang
tandus.
b) Daerah Sub-Tropik
Merupakan iklim sedang. Terdapat 4 musim : musim panas, musim gugur,
pusim dingin dan musim semi. Curah hujannya sepanjang tahun, sekitar
75-100cm/tahun. Karena curah hujan yang sedikit, menyebabkan tumbuhnya
bermacam-macam rumput. Tanahnya banyak mengandung humus, karena daun dan rumput
cepat mati dan membusuk ketika musim gugur.
Ciri Biomanya : Hutannya merupakan hutan luruh, Gugurnya daun merupakan
persiapan datangnya musim dingin dan bersemi kembali setelah musim dingin
selesai. Pada musim dingin terdapat salju, jumlah tumbuhan jauh lebih sedikit,
dan jarak antar pohon tidak rapat dan tidak ada perdu di bawahnya.
c) Daerah Kutub
Daerah ini, pada musim panas, matahari bersinar lebih dari 12 jam
sehari. Pada musim dingin, matahari kurang dari 12 jam sehari. Bioma yang khas
di daerah beriklim dingin adalah hutan taiga yang pohonnya terdisi dari satu
spesies (homogen). Pohon khasnya adalah konifer, dan hewan yang hidup disekitar
hutan taiga seperti moose, beruang hitam, dan marten.
Di belahan utara, terdapat tundra. Daerah ini mendapat sedikit energi
radiasi matahari. perbedaan siang dan malam pada musim panas dan dingin
sangatlah besar. Rumput tumbuh menutupi tanah, tumbuhan berbiji tumbuh kerdil.
Binatang khas daerah ini adalah rendeer, beruang putih, musk axen.
Pembagian Wilayah Untuk Penyebaran Fauna
Menurut Alfred Russel Wallace,
penyebaran hewan di bumi, dapat dikelompokkan menjadi 6
daerah, yaitu :
a.Wilayah Ethiopian : wilayah yang
penyebarannya meliputi benua Afrika, dari sebelah selatan gurun sahara,
Madagaskar dan selatan Saudi Arabia. Contoh : zebra, jerapah, gajah, dan
gorilla
b.Wilayah Paleartik : Wilayah
persebarannya meliputi hampir seluruh benua Eropa, Uni Sovyet, daerah dekat
Kutub Utara sampai pegunungan Himalaya, Kepulauan Inggris di Eropa Barat sampai
Jepang, selat Bering di pantai Pasifik, dan benua Afrika paling Utara. Contoh :
Beruang Eropa, Bison dan Rusa Kutub.
c.Wilayah Nearktik : Persebarannya
meliputi wilayah amerika Serikat, Amerika Utara dekat Kutub Utara, dan
Greenland. Contoh : hewan pengerat besar seperti berang-berang
d.Wilayah Neotropikal : Persebarannya meliputi Amerika Tengah, Amerika Selatan dan sebagian besar Meksiko. Iklim di wilayah ini sebagian besar beriklim tropik dan bagian Selatan beriklim sedang. Contoh : kera dan tapir
e.Wilayah Oriental : Wilayah
penyebarannya meliputi daerah Asia bagian Selatan pegunungan Himalaya, India,
Sri Langka, Semenanjung Melayu, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan
Filiphina. Contoh : harimau, gajah, tapir dan kerbau
f.Wilayah Australian : Wilayah ini
mencakup Australia, Selandia Baru, Irian, Maluku, pulau-pulau di sekitarnya,
dan kepulauan di Samudera Pasifik. Contoh :
hewan yang berkantung seperti kanguru.
Sumber :http://www.merdeka.com/teknologi/ilmuwan-inggris-berhasil-ungkap-asal-mula-kehidupan-di-bumi.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Kehidupan
https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Bumi
http://baak.gunadarma.ac.id/https://id.wikipedia.org/wiki/Kehidupan
https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Bumi
studentsite.gunadarma.ac.id
http://www.gunadarma.ac.id