Selasa, 17 Mei 2016

SoftSkill Matematika & Ilmu Alamiah Dasar Bab 4 - 6

2.1 Teori Asal-usul Kehidupan di Bumi             
           Awal mulanya dunia ini hanya sebatas planet yang kosong dan lama kelamaan dunia ini penuh dengan makhluk – makhluk yang menempati bumi ini dan mulailah terjadi kehidupan di dunia ini. Sejarah kehidupan dibumi dapat diungkap melalui fosil
·         Ada tiga bahan utama yang dibutuhkan untuk membuat makhluk pertama, yaitu hidrogen sulfida, hidrogen sianida, dan sinar matahari.
Awalnya, meteorit-meteorit dari angkasa yang jatuh di bumi diyakini membawa bahan-bahan khusus yang bereaksi dengan gas nitrogen yang ada di udara untuk membentuk hidrogen sianida dalam jumlah besar.
Hidrogen sianida itu lantas bercampur dengan air, dan kemudian akhirnya bertemu dengan hidrogen sulfida yang banyak terbentuk di sekitar gunung berapi kawah laut.
Lalu, matahari yang menyinari campuran hidrogen tadi dengan sinar ultraviolet. Dari situlah lahir asam-asam nukleat atau senyawa awal pembentuk DNA dan jaringan sel pertama.
Lewat serangkaian penelitian, kimiawan Universitas Cambridge berhasil membuat 50 jenis asam nukleat hanya dari tiga bahan utama kehidupan tadi. Angka tersebut cukup untuk melahirkan sel hidup ke dunia.
Sel yang baru terbentuk lama kelamaan bergabung menjadi satu membentuk organisme baru, semuanya berada dalam air. Oleh sebab itu, ilmuwan percaya bila makhluk hidup pertama berasal dari dalam air sebelum akhirnya berevolusi dan naik ke daratan.
Apabila teori dan penelitian kimiawan Universitas Cambridge diakui benar oleh ilmuwan di dunia, tidak salah lagi bila hal ini adalah salah satu penemuan terbesar dalam sejarah manusia.
Dibawah ini adalah beberapa Zaman asal mula kehidupan dibumi bumi :
1. Era arkea /archean (4600-2500 juta tahun)
Pada era arkean bumi terbentuk melalui proses evolusi biokimiawi yang selanjutnya proses tersebut menghasilkan sel pertama dan menghasilkann organisme pertama.

2. Era proteozoikum/proterozoic (2500-544 juta tahun)
Pada era ini bumi terbentuk melalui sel prokarya, lalu sel prokarya menghasilkan bakteri penghasil oksigen yg berguna bagi seluruh kehidupan manusia.Selain itu bumi juga terbentuk melelui sel eukaryota pertama yg mengahasilkan protista yg terbagi menjadi ;profita,protozoa,hewan overtabrata muncul.

3. Era Palezoikum/paleozoic (544-250 juta tahun)
Pada zaman ini muncul hewan hewan bertulang belakang seperti arthropoda, vertebrata. contoh : ikan, reptil dan fungi

4. Era Mesozoikum/mesozoic (250-60 juta tahun)
Pada zaman ini muncul hewan – hewan dinosaurus kecil lalu besar dan lama kelaman pada zaman ini semua hewan dinosaurus punah

5. Era senozoikum/cenozoic (65 juta tahun)
Pada zaman ini mulai muncul mamalia kecil dan tak lama muncul mamalia besar . dan pada eara ini muncul hewan primata seperti monyet ,karena monyet merupakan nenek moyang manusia yg disebut manusia purba lalu muncul manusia pertama dan muncul manusia modern.

 TEORI ABIOGENESIS DAN BIOGENESIS
2.2.1 Teori Abiogenesis
    Tokoh teori Abiogenesis adalah Aristoteles (384-322 SM). Dia adalah seorang filosof dan tokoh ilmu pengetahuan Yunani Kuno. Teori Abiogenesis ini menyatakan bahwa makhluk hidup yang pertama kali menghuni bumi ini berasal dari benda mati.
    Sebenarnya Aristoteles mengetahui bahwa telur-telur ikan apabila menetas akan menjadi ikan yang sifatnya sama seperti induknya. Telur-telur tersebut merupakan hasil perkawinan dari induk-induk ikan. Walau demikian, Aristoteles berkeyakinan bahwa ada ikan yang berasal dari lumpur.
    Bagaimana cara terbentuknya makhluk tersebut? Menurut penganut paham Abiogenesis, makhluk hidup tersebut terjadi begitu saja atau secara spontan. Oleh sebab itu, paham atau teori Abiogenesis ini disebut juga paham Generation Spontanea. Jadi, kalau pengertian Abiogenesis dan Generation Spontanea kita gabungkan, maka pendapat paham tersebut adalah makhluk hidup yang [ertama kali di bumi tersebut dari benda mati/tak hidup yang terjadinya secara spontan, misalnya:
1.      Ikan dan katak berasal dari lumpur.
2.      Cacing berasal dari tanah, dan
3.      Belatung berasal dari daging yang membusuk.
Paham Abiogenesis bertahan cukup lama, yaitu semenjak zaman Yunani Kuno (ratusan tahun sebelum masehi) hingga pertengahan abad ke-17. Pada pertengahan abad ke-17, Antonie Van Leeuwenhoek menemukan mikroskop sederhana yang dapat digunakan untuk mengamati benda-benda aneh yang amat kecil yang terdapat pada setetes air rendaman jerami. Oleh para pendukung paham Abiogenesis, hasil pengamatan Antonie Van Leeuwenhoek ini seolah-olah memperkuat pendapat mereka.
2.2.2 Teori Biogenesis
    Walaupun telah bertahan selama ratusan tahun, tidak semua orang membenarkan paham Abiogenesis. Orang-orang yang ragu terhadap kebenaran paham Abiogenesis tersebut terus mengadakan penelitian memecahkan masalah tentang awal mula kehidupan. Orang-otang yang tidak puas terhadp pandangan Abiogenesis itu antara lain Francesco Redi (Italia, 1626-1799), Lazzaro Spallanzani (Italia, 1792-1799), dan Louis Pasteur (Prancis, 1822-1895). Berdasarkan hasil penelitian dari tokoh-tokoh ini, akhirnya paham Abiogenesis/Generation Spontanea menjadi pudar karena paham tersebut tidak dapat di pertanggung jawabkan kebenarannya.
2.2.3 PERCOBAAN DARI PARA ILMUWAN PENCETUS TEORI ASAL MULA KEHIDUPAN DI BUMI
1.      Percobaan Francesco Redi (1626-1697)
Untuk menjawab keragu-raguannya terhadap paham Abiogenesis, Frncesco Redi mengadakan percobaan. Pada percobaannya Redi menggunakan tiga bahan kerat daging dan tiga toples. Percobaan Redi selengkapnya adalah sebagai berikut:
§  Stoples I : Diisi dengan sekerat danging, ditutup rapat-rapat.
§  Stoples II : Diisi dengan sekarat daging, dibiarkan tetap terbuka.
§  Stoples III: Diisi dengan sekarat daging,dibiarkan tetap terbuka.
Selanjutnya ketiga stoples tersebut diletakkan pada rempat yang aman. Setelah beberapa hari, keadaan daging dalam ketiga stoples tersebut diamati. Dan hasilnya sebagai berikut:
§  Stoples I : Daging tidak busuk dan pada daging ini tidak ditemukan jentik/larva atau belatung dan lalat.
§  Stoples II : Daging tampak membusuk dan didalamnya ditemukan banyak larva atau belatung dan lalat.
Berdasarkan hasil percobaan tersebut, Francesco Redi menyimpulkan bahwa larva atau belatung yang terdapat dalam daging busuk di stoples II dan III bukan terbentuk dari daging yang membusuk, tetapi berasal dari telur lalat yang ditinggal pada daging ini ketika lalat tersebut hinggap disitu. Hal ini akan lebih jelas lagi, apabila melihat keadaan pada stoples II, yang tertutup kain kasa. Pada kain kasa penutupnya ditemukan lebih banyak belatung, tetapi pada dagingnya yang membusuk belatung relative sedikit.
      2. Percobaan Lazzaro Spallanzani (1729-1799)
Yang juga merupakan ahli biologi dari Italia, membuktikan ketidak benaran teori Abiogenesis dengan menggunakan air kaldu yang diisikan pada dua buah labu erlenmeyer.Labu pertama diisi air kaldu kemudian dibiarkan tetap terbuka, sedangkan labu kedua diisi air kaldu, kemudian ditutup dengan rapat.Setelah beberapa hari kemudian, air kaldu dalam labu pertama berubah menjadi keruh dengan bau tidak enak, sedangkan air kaldu pada labu ke dua tidak mengalami perubahan apapun.Dari percobaan tersebut, Spallanzani menarik kesimpulan bahwa mikroba pembusuk yang membusukan air kaldu dalam labu pertama bukanlah berasal dari air kaldu, melainkan dari mikroba yang sebelumnya terdapat di udara yang masuk ke dalam labu.Buktinya, bila labu ditutup rapat pembusukan air kaldu tidak terjadi. Dengan percobaan itu pula Spallanzani menyatakan bahwa asal usul kehidupan dimulai dari telur (omne ovum ex vivum).
       3. Percobaan Louis Pasteur (1822-1895)
Yang merupakan ahli biologi Perancis, membuktikan ketidakbenaran teori Abiogenesis melalui eksperimen dengan berbagai jenis jasad renik. Eksperimen dilakukan dengan meletakan air kaldu yang sudah dipanaskan ke dalam tabung leher angsa (leher yang meski corongnya terbuka tapi udara tidak bisa masuk). Air kaldu tersebut didiamkan selama beberapa waktu namun bakteri tidak dapat membusukannya. Baru setelah tabung dimiringkan hingga kaldu mencapai ujung corong, bakteri pembusuk dapat membusukan air kaldu. Dengan percobaan itu, Pasteur menyatakan bahwa asal usul kehidupan dimulai dari kehidupan sebelumnya (omne vivum ex vivum). Dari hasil percobaan-percobaan yang dilakukan oleh Redi, Spallanzani, dan Pasteur itulah teori asal usul kehidupan berasal dari kehidupan (biogenesis) mulai berkembang, seiring dengan itu pula teori abiogenesis pun mulai ditinggalkan. Lebih lanjut, perkembangan tentang teori asal usul kehidupan juga diteliti melalui cabang ilmu alam lainnya seperti kimia
2.2 Perkembangbiakan secara Seksual dan Aseksual
* Perkembangbiakan Seksual
         Pada reproduksi seksual tidak selalu terjadi pembuahan, namun kadang-kadang dapat terbentuk individu baru tanpa adanya pembuahan, sehingga reproduksi secara kawin pada hewan invertebrata dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

Tanpa pembuahan, yaitu pada peristiwa Partenogenesis, sel telur tanpa dibuahi dapat tumbuh menjadi individu baru. Misalnya pada lebah jantan dan semut jantan.
Dengan pembuahan, dapat dibedakan atas konjugasi dan anisogami.
Konjugasi, ini terjadi pada invertebrata yang belum jelas alat reproduksinya misalnya Paramecium.

Anisogami, yaitu peleburan dua asel kelamin yang tidak sama besarnya, misalnya peleburan mikrogamet dan makrogamet pada Plasmodium, dan peleburan sperma dengan ovum di dalam rahim.
Contoh :
1. Aves
       Fertilisasi internal dengan kloaka. Semua jenis burung bereproduksi dengan cara bertelur (ovipar). Ada burung yang mengerami telurnya, ada yang menyimpannya dalam lubang-lubang yang ditutupi daun, ada pula yang menyimpan telurnya didalam pasir. Seekor burung sekali musim hanya mampu bertelur beberapa butir saja. Pada burung merpati, sekali musim bertelur mengeluarkan 2 butir telur yang akan menetas menghasilkan burung jantan dan betina. Embrio yang berkembang dalam cangkang mendapat makanan dari cadangan makanan yang tersimpan dalam telur tersebut.

2. Amfibi
         Seperti pada ikan, katak juga bertelur dengan fertilisasi eksternal. Telur yang telah dibuahi akan bergerombol dipermukaan air. Setelah enam hari telur akan menetas menghasilkan berudu atau kecebong. Berudu hidup di dalam air dan bernafas dengan insang. Setelah mengalami metamorfosis selama 1- 3 bulan, ia akan berubah bentuk menjadi katak. Pada umur satu tahun katak telah menjadi dewasa

* Perkembangbiakan Aseksual
     Dalam reproduksi aseksual, suatu individu dapat melakukan reproduksi tanpa keterlibatan individu lain dari spesies yang sama. Pembelahan sel bakteri menjadi dua sel anak adalah contoh dari reproduksi aseksual. Walaupun demikian, reproduksi aseksual tidak dibatasi kepada organisme bersel satu. Kebanyakan tumbuhan juga memiliki kemampuan untuk melakukan reproduksi aseksual.
Perkembangbiakan secara aseksual pada hewan invertebrata terjadi dengan cara:
Membelah diri (pembelahan biner), yaitu pembelahan diri dari satu sel menjadi dua sel baru. Misalnya, terjadi pada Protozoa.

Fragmentasi, yaitu pemisahan sebagian sel dari suatu koloni dan selanjutnya membentuk koloni sel baru. Misalnya, terjadi pada Volvox.

Sporulasi atau pembentukan spora, misalnya Plasmodium (penyebab malaria) pada fase oosit. Oosit akan membelah dan selanjutnya akan menghasilkan sporozoit.

Pembentuhan tunas, misalnya pada hewan Hydra dan Porifera

Dengan regenerasi, yaitu sebagian tubuh terpisah dan selanjutnya bagian tadi dapat tumbuh menjadi individu baru yang lengkap. Misalnya pada Planaria dan Bintang Laut

            Reproduksi adalah suatu proses biologis di mana individu organisme baru diproduksi. Reproduksi adalah cara dasar mempertahankan diri yang dilakukan oleh semua bentuk kehidupan; setiap individu organisme ada sebagai hasil dari suatu proses reproduksi oleh pendahulunya. Cara reproduksi secara umum dibagi menjadi dua jenis: seksual dan aseksual.

            Dalam reproduksi aseksual, suatu individu dapat melakukan reproduksi tanpa keterlibatan individu lain dari spesies yang sama. Pembelahan sel bakteri menjadi dua sel anak adalah contoh dari reproduksi aseksual. Walaupun demikian, reproduksi aseksual tidak dibatasi kepada organisme bersel satu. Kebanyakan tumbuhan juga memiliki kemampuan untuk melakukan reproduksi aseksual.

            Reproduksi seksual membutuhkan keterlibatan dua individu, biasanya dari jenis kelamin yang berbeda. Reproduksi manusia normal adalah contoh umum reproduksi seksual. Secara umum, organisme yang lebih kompleks melakukan reproduksi secara seksual, sedangkan organisme yang lebih sederhana, biasanya satu sel, melakukan reproduksi secara aseksual.

Reprosuksi Seksual

Mula-mula Hifa berbeda jenis saling berdekatan.
Hifa betina akan membentuk Askogonium dan hifa jantan akan membentuk Anteridium, masing-masing berinti haploid.
Dari askogonium akan tumbuh Trikogin yaitu saluran yang menghubungkan askogonium dan anteridium.

Melalui trikogin anteridium pindah dan masuk ke askogonium sehingga terjadi plasmogami.
Askogonium tumbuh membentuk sejumlah hifa askogonium yang dikarion. Pertumbuhan terjadi karena pembelahan mitosis antara inti-inti tetapi tetap berpasangan.

Pada ascomycota yang memiliki badan buah, kumpulan hifa askogonium yang dikariotik ini membentuk jalinan kompak yang disebut Askokarp. Ujung-ujung hifa pada askokarp membentuk askus dengan inti haploid dikariotik.


Di dalam askus terjadi kariogami menghasilkan inti diploid.
Di dalam askus terdapat 8 buah spora. Spora terbentuk di dalam askus sehingga disebut sporaaskus. Spora askus dapat tersebar oleh angin. Jika jatuh di tempat yang sesuai, spora askus akan tumbuh menjadi benang hifa yang baru.

Catatan: Di dalam askus terdapat 8 buah spora karena 2 inti diploid melakukan pembelahan meiosis menghasilkan 4 inti haploid. Setiap haploidakan membelah secara mitosis sehingga setiap askus terdiri dari 8 buah spora

Reproduksi Aseksual
            Reproduksi aseksual adalah proses reproduksi dimana keturunan timbul dari orangtua tunggal, dan mewarisi gen dari satu orang tua. Aseksual adalah reproduksi yang tidak melibatkan meiosis, ploidi pengurangan, atau fertilisasi. Sebuah definisi yang lebih ketat adalah agamogenesis yang adalah reproduksi tanpa fusi gamet. Reproduksi aseksual adalah bentuk reproduksi organisme bersel tunggal seperti archaea, bakteri, dan protista. Banyak tanaman dan jamur bereproduksi secara aseksual juga.
            Sementara semua prokariota bereproduksi secara aseksual (tanpa pembentukan dan fusi gamet), mekanisme transfer gen lateral yang seperti konjugasi, transformasi, dan transduksi kadang-kadang disamakan dengan reproduksi seksual. Kurang lengkapnya reproduksi seksual relatif jarang terjadi di antara organisme multiseluler, terutama hewan.
            Hal ini tidak sepenuhnya mengerti mengapa kemampuan untuk bereproduksi secara seksual begitu umum di antara mereka. Hipotesis saat ini menunjukkan bahwa reproduksi aseksual mungkin memiliki manfaat jangka pendek ketika pertumbuhan penduduk yang cepat adalah penting atau dalam lingkungan yang stabil, sedangkan reproduksi seksual menawarkan keuntungan bersih dengan generasi yang lebih cepat memungkinkan keragaman genetik, memungkinkan adaptasi terhadap perubahan lingkungan. Kendala perkembangan mungkin mendasari mengapa beberapa hewan telah melepaskan reproduksi seksual sepenuhnya dalam siklus hidup mereka.

Reproduksi aseksual misalnya Membelah diri, Tunas (Reproduksi), Reproduksi vegetatif, Fragmentasi, Sporogenesis, Partenogenesis, dan Apomiksis.
contoh reproduksi pada tanaman Sarcoscypha coccinea

Sarcoscypha coccinea

Dilakukan dengan membentuk kuncup. Kuncup terbentuk pada sel induk yang kemudian lepas. kadang-kadang kuncup tetap melekat pada induk selnya membentuk rantai sel yang disebut hifasemu atau pseudohifa

2.3 Geografi

Penyebaran Makhluk Hidup
   Di bumi ini, terdapat berbagai macam jenis makhluk hidup yang berbeda-beda. Namun terkadang kita melihat adanya kesamaan antara makhluk hidup di suatu wilayah dengan wilayah lain. Hal ini di karenakan adanya faktor penyebaran makhluk hidup. Berikut mari kita bahas apa saja sih, faktor-faktor tersebut

a.Faktor BIOTIK
1) Aktivitas Manusia
     Aktivitas manusia tentu sangat berpengaruh terhadap penyebaran makhluk hidup. Contohnya, apabila kita menebang pohon, maka florapun lama-kelamaan akan habis. Dengan habisnya flora, maka tidak ada lagi makanan untuk para fauna, dan para faunapun mencari wilayah dimana masih terdapat bahan makanan untuk mereka.

2) Flora dan Fauna
     Hewan memiliki peranan terhadap tumbuhan, contohnya membantu dalam proses penyerbukan, hal ini biasanya dilakukan oleh lebah, kupu-kupu, dan lain-lain. Selain hewan, tumbuhanpun juga berperan dalam menyuburkan tanah. Tanah yang subur, memungkinkan terjadinya perkembangan kehidupan tumbuh-tumbuhan, serta dapat mempengaruhi kehidupan faunanya.



b.Faktor ABIOTIK
1) Iklim
    Faktor iklim (suhu, kelembapan udara, angin, dll) juga sangat berpengaruh terhadap penyebaran makhluk hidup. Faktor suhu dan kelembapan sangat berpengaruh bagi perkembangan fisik tumbuhan. Sedangkan matahari, sangat berperan dalam proses fotosintesis. Perbedaan iklim di suatu wilayah menyebabkan jenis tumbuhan maupun hewannya berbeda-beda juga. Berdasarkan tingkat kelembapan udaranya, tumbuhan dapat dibagi menjadi tiga kelompok :
Xerophyta : Tumbuhan yang mampu beradaptasi di daerah kering sekalipun (contoh = kaktus)
Mesophyta : Tumbuhan yang dapat hidup di tanah yang lembab (Contoh = Padi)
Tropophyta : Tumbuhan yang di dalam kehidupannya membutuhkan banyak air (Contoh = eceng gondok
  
2) Keadaan Tanah
Perbedaan jenis tanah, mulai dari tekstur hingga zat mineral yang terkandung di dalamnya, dapat mempengaruhi berbagai jenis tanaman yang tumbuh. Mengenai tekstur, dapat mempengaruhi daya serap tanah terhadap air. Ketika tanah tersebut memiliki daya serap air yang tinggi, maka berbagai jenis tanamanpun dapat tumbuh, dan begitu pula sebaliknya. Contoh perbandingan wilayah tropis dengan gurun pasir. Daerah tropis banyak ditumbuhi hutan lebat, pohonnya yang tinggi-tinggi dan daunnya selalu berwarna hijau. Sebaliknya, di gurun pasir hanya tanaman tertentu saja yang dapat tumbuh (seperti kaktus).
3) Air
Air memiliki peranan penting bagi tumbuhan, yaitu dapat melarutkan dan membawa makanan yang diperlukan bagi tumbuhan dari dalam tanah. Adanya air tergantung dengan adanya curah hujan di daerah tertentu. Daerah yang curah hujannya kurang, keanekaragaman tumbuhannyapun kurang dibandingkan  daerah yang memiliki bannyak curah hujannya, seperti di daerah tropis.

4) Tinggi Rendah Permukaan Bumi
 Permukaan bumi terdiri dari berbagai macam relief, seperti daerah pegunungan, pantai, dataran rendah dan perbukitan. Perbedaan tinggi rendah permukaan bumi, mengakibatkan adanya variasi suhu udara.  Variasi suhu udara tersebutlah yang mempengaruhi keanekaragaman tumbuhan.Semakin tinggi suatu daerah semakin dingin suhu udara di daerah tersebut. Dan begitu pula sebaliknya. Contohnya, tanaman yang hidup di daerah pantai, banyak di tumbuhi oleh pohon kelapa, namun lain halnya pada daerah pegunungan, yang memiliki banyak keanekaragaman tumbuhan, pohon-pohon yang rimbun, dan lain lain.
Penyebaran Flora dan Fauna

1) Penyebaran Flora
Flora di Indonesia sangatlah banyak. Flora di Indonesia bagian barat, memiliki banyak
kesamaan dengan benua Asia. Hal ini di sebabkan karena wilayah Indonesia bagian barat pernah bersatu dengan daratan Asia. Sehingga flora ini disebut sebagai flora Asiatis. Flora Indonesia bagian barat terdiri dari :
Hutan Hujan Tropik
Ditandai oleh rimba belantara dengan tumbuhan yang beraneka ragam. Hutan hujan tropik yang lengkap masih memiliki ciri-ciri berdaun lebar, pohon tinggi besar, belukar-belukar tropik serta cendawan. wilayah ini terdapat di daerah Sumatra, Jawa dan Kalimantan.

Hutan Musim.
Merupakan daerah yang ditumbuhi flora yang menggugurkan daunnya di musim kemarau. Wilayah ini terdapat di daerah Jawa.
Hutan Bakau. merupakan daerah yang terdiri dari flora khas pantai, seperti rumbia, nipah, dan bakau.
Sabana Tropik.
Merupakan padang rumput yang diselingi pohon tegakan tinggi. Wilayah ini dapat ditemui di wilayah Timur Jawa Timur, bali, dan Gayo.


Wilayah ini memiliki berbagai jenis vegetasi, antara lain :
Sabana Tropik yang ada di Nusa Tenggara Barat

Merupakan padang rumput yang diselingi pohon tegakkan tinggi. Steppa banyak terdapat di Nusa Tenggara Timur
Hutan bakau yang terdiri dari nipah dan bakau
Hutan pegunungan yang terdiri dari cemara dan pinus

      Jenis Flora di wilayah Indonesia bagian Timur disebut juga sebagai FloraAustralis. karena wilayah ini pernah bersatu dengan daratan Australia. Flora bagian Timur ini banyak terdapat di Papua. jenis vegetasinya adalah Hutan hujan tropik, hutan pegunungan, dll.
      Apabila dilihat dari lingkup dunia, maka persebaran flora dibagi menjadi beberapa wilayah penyebaran :
a.Wilayah Ethiopian : wilayah yang penyebarannya meliputi benua Afrika, dari sebelah selatan gurun sahara, Madagaskar dan selatan Saudi Arabia. Tumbuhan yang khas di daerah ini meliputi kaktus.

b.Wilayah Paleartik : Wilayah persebarannya meliputi hampir seluruh benua Eropa, Uni Sovyet, daerah dekat Kutub Utara sampai pegunungan Himalaya, Kepulauan Inggris di Eropa Barat sampai Jepang, selat Bering di pantai Pasifik, dan benua Afrika paling Utara. Kondisi pada wilayah ini bervariasi mulai dari perbedaan suhu, curah hujan, maupun kondisi permukaan tanah, menyebabkan tanaman yang tumbuh juga bervariasi. Contoh : Bunga Sakuradi Jepang.

c.Wilayah Nearktik : Persebarannya meliputi wilayah amerika Serikat, Amerika Utara dekat Kutub Utara, dan Greenland. Flora yang khas adalah flora yang tumbuh pada daerah-daerah yang dingin. Contoh : cemara yang biasa tumbuh di daerah bersalju. 
Wilayah Neotropikal : Persebarannya meliputi Amerika Tengah, Amerika Selatan dan sebagian besar Meksiko. Iklim di wilayah ini sebagian besar beriklim tropik dan bagian Selatan beriklim sedang. Contoh : Pohon Eboni

d.Wilayah Oriental : Wilayah penyebarannya meliputi daerah Asia bagian Selatan pegunungan Himalaya, India, Sri Langka, Semenanjung Melayu, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Filiphina. Contoh : Bunga Bangkai

Bunga bangkai

e.Wilayah Australian : Wilayah ini mencakup Australia, Selandia Baru, Irian, Maluku, pulau-pulau di sekitarnya, dan kepulauan di Samudera Pasifik. Contoh : Eukaliptus

C Pembagian Wilayah Berdasarkan Iklim

a) Daerah Tropik
                Memiliki ciri beriklim panas, matahari bersinar sepanjang tahun, perubahan suhu antara Jahuari hingga Desember sangatlah sedikit, curah hujan sangat tinggi. Terdapat ribuan spesies tumbuhan yang dapat membenntuk suatu hutan tropik dengan ciri-ciri sebagai berikut:
-Pohon-pohonnya besar dan tinggi, dapat mencapai 20-40 m
-Cabang pohon panjang dan banyak, membentuk naungan pohon yang luas
-Di dalam naungan pohon hidup tumbuhan yang menempel (epifit) yang melakukan adaptasi dengan lingkungan kering karena hidup dari air dan curah hujan yang dikandung cabang atau dahan tempat menempel
-Tanah dibawah naungan hampir tidak pernah mendapatkan sinar matahari. Hal ini menyebabkan tanaman merambat, menjalar ke atas. Misalnya rotan
-Di lapisan terbawah, hidup lumut dan rumput sebagai makanan hewan kecil.
                Didalam hutan tropis yang lebat, terdapat beraneka ragam binatang, mulai dari bakteri pembusuk dalam tanah, burung, kera, sampai harimau dan binatang besar lainnya. Sedangkan tumbuhan yang hidup dalam tumbuhan ini, memiliki ciri : berukuran kecil, tumbuh ketika hujan turun, berbunga dan berbiji dalam ukuran kecil dan tahan lama, tumbuh pada musim penghujan tahun berikutnya.
      Ciri lingkungan abiotiknya : suhu udara pada siang hari sangat tinggi, sekitar 50oC sedangkan pada malam hari dapat mencapai 0oC. kelembapan udara sangat rendah, penguapan air sangat tinggi, yang berakibat pada tanahnya yang tandus.

b) Daerah Sub-Tropik
        Merupakan iklim sedang. Terdapat 4 musim : musim panas, musim gugur, pusim dingin dan musim semi. Curah hujannya sepanjang tahun, sekitar 75-100cm/tahun. Karena curah hujan yang sedikit, menyebabkan tumbuhnya bermacam-macam rumput. Tanahnya banyak mengandung humus, karena daun dan rumput cepat mati dan membusuk ketika musim gugur.
     Ciri Biomanya : Hutannya merupakan hutan luruh, Gugurnya daun merupakan persiapan datangnya musim dingin dan bersemi kembali setelah musim dingin selesai. Pada musim dingin terdapat salju, jumlah tumbuhan jauh lebih sedikit, dan jarak antar pohon tidak rapat dan tidak ada perdu di bawahnya.  

c) Daerah Kutub
        Daerah ini, pada musim panas, matahari bersinar lebih dari 12 jam sehari. Pada musim dingin, matahari kurang dari 12 jam sehari. Bioma yang khas di daerah beriklim dingin adalah hutan taiga yang pohonnya terdisi dari satu spesies (homogen). Pohon khasnya adalah konifer, dan hewan yang hidup disekitar hutan taiga seperti moose, beruang hitam, dan marten.
        Di belahan utara, terdapat tundra. Daerah ini mendapat sedikit energi radiasi matahari. perbedaan siang dan malam pada musim panas dan dingin sangatlah besar. Rumput tumbuh menutupi tanah, tumbuhan berbiji tumbuh kerdil. Binatang khas daerah ini adalah rendeer, beruang putih,  musk axen.
  
Pembagian Wilayah Untuk Penyebaran Fauna

Menurut Alfred Russel Wallace, penyebaran hewan di bumi, dapat dikelompokkan menjadi 6
daerah, yaitu :
a.Wilayah Ethiopian : wilayah yang penyebarannya meliputi benua Afrika, dari sebelah selatan gurun sahara, Madagaskar dan selatan Saudi Arabia. Contoh : zebra, jerapah, gajah, dan gorilla
b.Wilayah Paleartik : Wilayah persebarannya meliputi hampir seluruh benua Eropa, Uni Sovyet, daerah dekat Kutub Utara sampai pegunungan Himalaya, Kepulauan Inggris di Eropa Barat sampai Jepang, selat Bering di pantai Pasifik, dan benua Afrika paling Utara. Contoh : Beruang Eropa, Bison dan Rusa Kutub.

c.Wilayah Nearktik : Persebarannya meliputi wilayah amerika Serikat, Amerika Utara dekat Kutub Utara, dan Greenland. Contoh : hewan pengerat besar seperti berang-berang

d.Wilayah Neotropikal : Persebarannya meliputi Amerika Tengah, Amerika Selatan dan sebagian besar Meksiko. Iklim di wilayah ini sebagian besar beriklim tropik dan bagian Selatan beriklim sedang. Contoh : kera dan tapir

e.Wilayah Oriental : Wilayah penyebarannya meliputi daerah Asia bagian Selatan pegunungan Himalaya, India, Sri Langka, Semenanjung Melayu, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Filiphina. Contoh : harimau, gajah, tapir dan kerbau

f.Wilayah Australian : Wilayah ini mencakup Australia, Selandia Baru, Irian, Maluku, pulau-pulau di sekitarnya, dan kepulauan di Samudera Pasifik. Contoh :  hewan yang berkantung seperti kanguru.


Sumber :http://www.merdeka.com/teknologi/ilmuwan-inggris-berhasil-ungkap-asal-mula-kehidupan-di-bumi.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Kehidupan
https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Bumi


http://baak.gunadarma.ac.id/
studentsite.gunadarma.ac.id
http://www.gunadarma.ac.id 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar