Jumat, 11 Januari 2019

Tugas 3 Softskill Sistem Informasi Psikologi


Nama Kelompok   :
·         Audie Darmatianto                       (11515129)
·         Debi Oktora P                               (11515636)
·         Dimas Andhika P                          (11515914)
·         Oktavian Tri Kusuma M               (15515262)



Contoh Aplikasi
Aplikasi MBTI
Tujuan
Mempermudah hasil kepribadian individu melalui pemrosesan sejumlah data yang diperoleh
Batasan
Melihat hasil empat dimensi kecenderungan sifat dasar manusia
Kontrol
Dalam pengisian aplikasi MBTI ini sistem akan memberikan instruksi, agar memudahkan individu dalam memilih jawaban yang sesuai dengan kepribadian masing-masing individu. Aplikasi MBTI hanya memberikan dua opsi jawaban, salah satu opsi yang dipilih oleh individu akan diolah oleh sistem.
Input
Masukkan data yang diterima berupa dua opsi pilihan jawaban yang berupa pernyataan yang sesuai menurut individu masing-masing, jika total item terdiri dari 60 pernyataan.
Proses
Data masukkan yang diberikan akan diterima oleh sistem yang selanjutnya akan melalui proses skoring pada sistem untuk mengetahui jawaban individu tersebut. Masing-masing dimensi yang ada, jumlahnya akan otomatis terakumulasi dan setelah itu baru bisa digolongkan individu masuk kedalam dimensi yang mana.
Output
Setelah sistem menerima data yang diperoleh secara otomatis sistem akan menunjukkan kepribadian masing-masing individu hasil tes berupa grafik perbandingan komponen kepribadian dan penjelasannya singkat mengenai kepribadian (saran pengembang dan profesi yang cocok).
Umpan Balik
Validasi data dengan individu yang melakukan tes aplikasi MBTI.

Selasa, 23 Oktober 2018

Tugas 2 Sistem Informasi Psikologi

System
Elements
Goal
Inputs
Processing Elements
Ouputs
Sistem tes grafis DAP
1. Testee
2. Tester
3. Lembar kertas 80gr ukuran A4
4. Pensil HB
5. Stopwatch
6. Pengahapus
7. Catatan kecil untuk mencatat observasi
1. Testee datang
2. Testee bertemu tester
3. Testee dan tester duduk berhadapan
4. Tester menyampaikan rapport serta anamnesa
5. Masuk kepada administrasi tes.
Testee diberikan lembar kertas putih polos, lalu testee diminta mengisi identitas dipojok kiri atas, kmudian tester membalik kertas secara vertikal
6. Lalu tester memberikan instruksi. Instruksi DAP, “Gambarlah orang atau manusia”
7. Jika testee belum memahami instruksi, tester akan menjelaskan kembali. Jika testee bertanya tentang apa yang harus digambar, tester menjawab “Terserah anda”.
8. Jika testee sudah memahami instruksi, biarkan testee menggambar dengan menggunakan pensil HB yang sudah disediakan.
9.  Ketika testee menggambar, tugas tester adalah mengobservasi dan mencatat hasil observasi.
10. Setelah testee sudah selesai gambar, tester membalik kertas dan meminta testee menuliskan “Inquairy DAP”
11. Rapport penutup

1. Hasil-hasil observasi yang telah dicatat selama tes berlangsung seperti verbal, non verbal, hapusan, shading, waktu, urutan menggambar, penggulangan gars, bagian yang hilang, bagian yang paling lama digambar.
2. Makna tes/ interpretasi

1. Salah satu alat tes psikologi yang mengungkap kepribadian
2. Untuk perekrutan pegawai swasta, pemerintahan, dan lembaga lain

Tugas 1 Definisi Sistem Informasi Psikologi


Definisi Sistem Informasi Psikologi
1.      Definisi Sistem
       Menurut Jogiyanto (2005) sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.
Menurut Gaol (2008) sistem adalah hubungan satu unit dengan unit lainnya yang saling berhubungan satu sama lainnya dan yang tidak dapat dipisahkan serta menuju satu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
2.      Definisi Informasi
       Menurut Kusrini & Andri Kaniyo (2007) informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi. Data yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Menurut Sutabri (2012) informasi adalah data yang diolah dan diinterpretasikan untuk mengambil sebuah keputusan.
3.      Definisi Psikologi
       Menurut Heru Basuki (2008) psikologi adalah ilmu pengetahuan ilmiah yang mempelajari perilaku, sebagai manifestasi dari kesadaran proses mental, aktivitas motoric, kognitif, dan emosional.
Menurut Wade & Travis (2007) psikologi adalah disiplin ilmu yang berfokus pada perilaku dan berbagai proses mental serta bagaimana perilaku dan berbagai proses mental itu dipengaruhi oleh kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal
       Berdasarkan pengertian dari beberapa tokoh dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah sebuah sistem yang digunakan untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan psikologi yang dapat bermanfaat bagi penggunanya.

Daftar Pustaka
Gaol, C. J. (2008). Sistem informasi manajemen pemahaman dan aplikasi. Jakarta: Grasindo
Jogiyanto. (2005). Analisis dan desain sistem informasi.Yogyakarta : Penerbit  Andi.
Kusrini & Kaniyo, A. (2007). Tuntunan praktis membangun sistem informasi akuntansi dengan visual basic dan Microsoft SQL Server. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Sutabri, T. (2012). Analisis sistem informasi. Yogyakarta : Penerbit Andi.
Basuki, H. A.M. (2008). Psikologi umum. Jakarta: Universitas Gunadarma.

Caroll Wade & Caroll Travis. (2007). Psikologi edisi ke Sembilan jilid 1. Jakarta: Erlangga.


Rabu, 01 Juni 2016

Sofskil PROPOSISI DAN LOGIKA I BAB 14 Dan BAB 15

PROPOSISI
Proposisi itu bahasa  yang digunakan untuk kalimat pernyataan yang memiliki arti penuh dan utuh.  Hal ini berarti suatu kalimat harus dapat dipercaya, disangsikan, disangkal, atau dibuktikan benar tidaknya.  Singkatnya, proposisi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang dapat dinilai benar atau salah.  dia lebih ke pelajaran bahasa indonesia 
Dalam ilmu logika, proposisi mempunyai tiga unsur : 
  1. Subyek, perkara yang disebutkan adalah terdiri dari orang, benda, tempat, atau perkara. 
  2. Predikat adalah perkara yang dinyatakan dalam subjek. 
  3. Kopula adalah kata yang menghubungkan subjek dan predikat. 
Contohnya kalimat Semua manusia adalah fana.  Kata semua dalam kalimat tersebut dinamakan dengan pembilang.  Kemudian kata manusia berkedudukan sebagai subyek, sedang adalah merupakan kopula. Adapun predikat di sini diwakili oleh kata fana.

Logika : logika itu yaa berpikir, lebih ke pada  penalaran/proses penalaran dan objek formal logika adalah berpikir/penalaran yang ditinjau dari segi ketepatannya atau orang sering bilang " pake logika mu " itu bisa dibilang proses berpikir yang banyak menggunakan imajinasi atau membayangkan bayangkan akan jadi apa dan dll . contoh-contohnya seperti biasa ada dibawah yaaa .. 


KONSEP DAN NOTASI DASAR
   Di dalam penggunaan nya bahasa matematika khususnya pada logika sistematis, yang dimaksud proposisi adalah kalimat atau pernyataan yang selalu mempunyai nilai kebenaran, mungkin pernyataan itu bernilai benar saja, atau salah saja, tetapi tidak keduanya.
Notasi pernyataan ditulis dengan huruf kecil p ,q, r, s, t, ¼, dan seterusnya, sedangkan nilai kebenarannya diberi simbol 1 untuk pernyataan yang bernilai benar dan 0 untuk pernyataan yang bernilai salah.
Tautologi, Kontradiksi dan Ekivalen Logika
Tautologi adalah pernyataan majemuk yang selalu benar untuk semua kemungkinan nilai kebenaran dari pernyataan-pernyataan komponennya. Sebuah Tautologi yang memuat pernyataan Implikasi disebut Implikasi Logis. Untuk membuktikan apakah suatu pernyataan Tautologi, maka ada dua cara yang digunakan. Cara pertama dengan menggunakan tabel kebenaran, yaitu jika semua pilihan bernilai B (benar) maka disebut Tautologi, dan cara kedua yaitu dengan melakukan penjabaran atau penurunan dengan menerapkan sebagian dari 12 hukum-hukum Ekuivalensi Logika.
Contoh:
Lihat pada argumen berikut:
Jika Tono pergi kuliah, maka Tini juga pergi kuliah. Jika Siska tidur, maka Tini pergi kuliah. Dengan demikian, jika Tono pergi kuliah atau Siska tidur, maka Tini pergi kulah.
Diubah ke variabel proposional:
A  Tono pergi kuliah
B  Tini pergi kuliah
C  Siska tidur
Diubah lagi menjadi ekspresi logika yang terdiri dari premis-premis dan kesimpilan. Ekspresi logika 1 dan 2 adalah premis-premis, sedangkan ekspresi logika 3 adalah kesimpulan.
(1)   A → B                                    (Premis)
(2)   C → B                         (premis)
   (3) (A V C) → B              (kesimpulan)
Maka sekarang dapat ditulis: ((A → B) ʌ (C → B)) → ((A V C) → B

Kontradiksi adalah kebalikan dari tautologi yaitu suatu bentuk pernyataan yang hanya mempunyai contoh substansi yang salah, atau sebuah pernyataan majemuk yang salah dalam segala hal tanpa memandang nilai kebenaran dari komponen-komponennya.
Contoh dari Kontradiksi:
1.      (A ʌ ~A)
Pembahasan:
A
~A
(A ʌ ~A)
B
S
S
B
S
S
Dari tabel kebenaran diatas dapatlah disimpulkan bahwa pernyataan majemuk (A ʌ ~A) selalu salah.
Dua atau lebih pernyataan majemuk yang mempunyai nilai kebenaran sama disebut ekuivalensi logika dengan notasi “  dua buah pernyataan majemuk dikatakan ekuivalen, jika kedua pernyataan majemuk itu mempunyai nilai kebenaran yang sama untuk semua kemungkinan nilai kebenaran pernyataan-pernyataan komponen-komponennya.
Aljabar Proposisi

Jika p, q, dan r merupakan proposisi-proposisi maka berlaku:
 1. Hukum idempoten .           a.             pÚ pºp ;             b.      pÙpºp

2. Hukum asosiatif . a. (p Ú q) Ú r º p Ú (q Ú r)                 b. p Ù q) Ù r º p Ù (q Ù r)

3. Hukum komutatif. a. p Ú q º q Ú p ;                b. p Ù q º q Ù p
4. Hukum distributif a.             p Ú (q Ù r) º (p Ú q) Ù (p Ú r)
b.        p Ù (q Ú r) º (p Ù q) Ú (p Ù r)

5. Hukum Identitas . a. p Ú Salah º p ;                 b. p Ù Benar º p

6. Hukum Identitas. a. p Ú Benar º Benar ;          b. p Ù Salah º Salah

7. Hukum Komplemen. a. p Ú p º Benar ;            b. p Ù p º Salah

8. Hukum Komplemen . a. p º p ;                        b. Salah º Benar ; Benar = Salah

9. Hukum De Morgan. a. p Ú q º p Ù ;                 b. p Ù q º p Ú q
  IMPLIKASI

“Jika Sore nanti tidak hujan, maka saya akan mengajakmu nonton”. Janji Elzan ini hanyalah berlaku untuk kondisi sore nanti tidak hujan. Akibatnya, jika sore nanti hujan, tidak ada keharusan bagi Elzan untuk mengajak Gusrayani nonton. Misalkan p dan q adalah pernyataan. Suatu implikasi (pernyataan bersyarat) adalah suatu pernyataan majemuk dengan bentuk “jika p maka q”, dilambangkan dengan  p  CodeCogsEqn (7) q. Pernyataan p disebut hipotesis (ada juga yang menamakan anteseden) dari implikasi. Adapun pernyataan q disebut konklusi (atau kesimpulan, dan ada juga yang menamakan konsekuen). Implikasi bernilai salah hanya jika hipotesis p bernilai benar dan konklusi q bernilai salah
Kalimat deklaratif yang bernilai benar (true) atau salah (false), tetapi tidak keduanya.
Contoh 1
Semua pernyataan di bawah ini adalah proposisi:
a) 13 adalah bilangan ganjil.
b) 1 + 1 = 2.
c) Ada monyet di bulan.
d) Hari ini adalah hari Rabu.
e) x + y = y + x untuk setiap x dan y bilangan riil.
Contoh 2
Semua pernyataan di bawah ini bukan proposisi
(a) Jam berapa kereta api Argo Bromo tiba di Gambir?
(b) Isilah gelas tersebut dengan air!
(c) x + 3 = 8
Proposisi dilambangkan dengan huruf kecil p, q, r, ….
Misalkan p dan q adalah proposisi.
1. Konjungsi (conjunction): p dan q
Notasi p ^ q,
2. Disjungsi (disjunction): p atau q
Notasi: p v q
3. Ingkaran (negation) dari p: tidak p
Notasi: ~p

Contoh 3
Diketahui proposisi-proposisi berikut:
p : Hari ini hujan
q : Murid-murid diliburkan dari sekolah
p ^ q : Hari ini hujan dan murid-murid diliburkan dari
sekolah
p v q : Hari ini hujan atau murid-murid diliburkan
dari sekolah
~p : Tidak benar hari ini hujan
(atau: Hari ini tidak hujan)
Contoh 4
Diketahui proposisi-proposisi berikut:
p : Pemuda itu tinggi
q : Pemuda itu tampan
Nyatakan dalam bentuk simbolik:
(a) Pemuda itu tinggi dan tampan
(b) Pemuda itu tinggi tapi tidak tampan
(c) Pemuda itu tidak tinggi maupun tampan
(d) Tidak benar bahwa pemuda itu pendek atau tidak
tampan
(e) Pemuda itu tinggi, atau pendek dan tampan
(f) Tidak benar bahwa pemuda itu pendek maupun
tampan
Tabel Kebenaran
Tautologi dan Kontradiksi
 Proposisi majemuk disebut tautologi jika ia benar
untuk semua kasus
 Proposisi majemuk disebut kontradiksi jika ia salah
untuk semua kasus.
Ekivalensi Logika
 Dua buah proposisi majemuk, P(p, q, ..) dan Q(p, q, ..) disebut ekivalen secara logika jika keduanya mempunyai tabel kebenaran yang identik.
Notasi: P(p, q, …) <=> Q(p, q, …)

SUMBER : https://id.wikipedia.org/wiki/Proposisi

https://id.wikipedia.org/wiki/Logika
https://id.wikipedia.org/wiki/Gerbang_logika

studentsite.gunadarma.ac.id
http://sap.gunadarma.ac.id/

Softskil Relasi BAB 12

 RELASI

          Relasi biner itu dalam  matematika, singkatnya relasi, yaitu  hubungan antara dua elemen himpunan. Hubungan ini bersifat abstrak, dan tidak perlu memiliki arti apapun baik secara konkret maupun secara matematis. contohnya ada dibawah yaaa contoh-contoh dari relasi . dia masih dalam ilmu seperti matematika cuma beda di sub bab aja 

Himpunan semua pasangan berurutan (a,b) dengan a A dan b B disebut himpunan perkalian A dan B atau produk kartesius A dan B ditulis dengan notasi     A x B dan didefinisikan sbb ; A x B = {(a,b) : a A, b B}
Cece Kustiawan, FPMIPA, UPI
Contoh
Jika A = {1, 2, 3} dan B = {a, b}, maka          A x B = {(1,a), (2,a), (3,a), (1,b), (2,b), (3,b)}    dan B x A = {(a,1), (a,2), (a,3), (b,1), (b,2), (b,3)}
RELASI MATRIKS
Misalkan R adalah relasi dari A = {a1, a2, . . .,am} dan B = {b1, b2, . . .,bn}, relasi R dapat disajikan dengan matriks M = [mij]
Yang dalam hal ini
Dengan kata lain, elemen matriks pada posisi (i,j) bernilai 1 jika ai dihubungkan dengan bj dan bernilai 0 jika ai tidak dihubungkan dengan bj.
Relasi R pada table 1 dapat dinyatakan dengan matriks :
yang dalam hal ini, a1 = Amir, a2 = Budi, a3 = Cecep, dan b1 = INF0221
Anggota-anggota himpunan P berelasi dengan anggota himpunan Q dengan relasi “menyukai”. Hal tersebut ditunjukkan dengan arah panah. Oleh karena itu, diagramnya disebut diagram panah

RELASI INVERS
Misalkan R adalah relasi dari himpunan A ke himpunan B. Invers dari R yang dinyatakan dengan R-1 adalah relasi dari B ke A yang mengandung semua pasangan terurut yang bila dipertukarkan masih termasuk dalam R. Ditulis dalam notasi himpunan sbb ; R-1 = {(b,a) : (a,b) R}
Cece Kustiawan, FPMIPA, UPI
Contoh Relasi Invers
Misalkan A = {1, 2} dan B = {a, b}, maka R = {(1,a), (1,b), (2,a), (2,b)} merupakan suatu relasi dari A ke B. Tentukan relasi invers dari R ! Relasi invers dari R adalah ; R-1 = {(a,1), (b,1), (a,2), (b,2)}
KOMPOSISI RELASI
Komposisi relasi seperti halnya komposisi fungsi jadi seperti  kombinasi hanya beda macam operasinya.
Misal R adalah relasi dari himpunan A ke himpunan B, dan S adalah relasi dari himpunan B ke himpunan C. komposisi R dan S dinotasikan dengan  R0S adalah relasi dari A ke C yang didefinisikan oleh
          R0S = {(a,c)|aЄA, c Є C, dan untuk beberapa bЄB, (a,b)ЄR dan (b,c)ЄS}
Contoh
Misalkan R = {( 1,2),(1,6),(2,4),(3,4),(3,6),(3,8)} adalah relasi dari A={1,2,3} dan B={2,4,6,8} ,dan
 S={( 2,u),(4,s),(4,t),(6,t),(8,u)} adalah relasi dari B ke C={s,t,u}. Tentukan komposisi relasi R dan S yaitu R0S
Jawab
R0S = {(1,u),(1,t),(2,s),(2,t),(3,s),(3,t),(3,u)}
Jika relasi R1 dan R2 masing-masing dinyatakan dalam matriks MR1 dan MR2, maka matriks yang menyatakan komposisi dari relasi tersebut adalah
                                                                                        MR1oR2= MR1 . MR2
operator “ 0 “ sama seperti pada perkalian matrik, tetapi mengganti tanda kali dg L, sedangkan jumlah dengan V
Dalam hal ini ingat operasi pada aljabar bool yaitu tanda atau(V)  seperti jumlah sedang kan tanda dan(L) seperti kali

1. Refleksif
Relasi R pada himpunan A disebut refleksif,  jika (a,a)ЄR untuk setiap aЄA.
Contoh
Relasi R didefinisikan pada himpunan A dimana  A={1,2,3,4}
a) Diketahui ,  R={(1,1), (1,3),(2,1), (2,2), (3,3), (4,2), (4,3), (4,4)}
b) Diketahui , R={(1,1),  (2,2), (2,3), (4,2), (4,3), (4,4)}.
Tentukan apakah R refleksif ?
Jawab
a) bersifat refleksif karena  (a,a) ada dalam R yaitu (1,1), (2,2), (3,3), dan (4,4)
b) tidak refleksif karena ada (a,a) tidak ada dalam R yaitu (3,3).
Dilihat dari cara penulisan relasi, relasi yang bersifat refleksif mempunyai matriks  denganbentuk semua bernilai 1 pada diagonal utamanya ,  sedangkan graf berarah adanya gelang pada setiap simpulnya.
2. Simetris (setangkup)
Sebaliknya dikatakan tidak simetris.
Contoh
Relasi R didefinisikan pada himpunan A dimana  A={1,2,3,4}
a) Diketahui ,  R={(1,1), (1,2),(2,1), (2,2), (2,4), (4,2), (4,4)}
b) Diketahui , R={(1,1),  (2,3), (4,2), (4,3), (4,4)}.
Tentukan apakah R simetris ?
Jawab
a) simetris karena jika (a,b)ЄR, ada juga  (b,a)ЄR yaitu (1,2) , (2,1) ЄR, begitu juga (2,4) , (4,2)ЄR
b) tidak simetris karena (2,3)ЄR tetapi (3,2) tidak dalam R

Dilihat cara penulisan relasi, relasi bersifat simetris mempunyai matriks yang elemen-elemen dibawah diagonal utama merupakan pencerminan dari elemen-elemen diatas diagonal utama, atau mij = mji umtuk i= 1,2,.......n. sedangkan graf berarahnya mempunyai ciri : jika ada busur a ke b, maka ada juga busur dari b ke a
3. Transitif (penghantar)
Relasi R pada himpunan A disebut  transitif (penghantaf), untuk a, b, c Є A, jika (a,b)ЄR dan (b,c)ЄR,maka harus ada (a,c)ЄR.
Contoh
Misal A={1,2,3,4}, dan relasi R pada A
a) diketahui R= {(2,1), (3,1),(3,2), (4,1), (4,2), (4,3)}
b) Diketahui , R={(1,1),  (2,3),  (2,4), (4,2)}.
Tentukan apakah R refleksif ?
Jawab
a) transitif karena memenuhi syarat untuk, a,b,c ЄA, jika ada (a,b)ЄR dan (b,c)ЄR,maka terlihat ada (a,c)ЄR.

b) tidak bersifat transitif karena tidak memenuhi syarat untuk, a,b,c ЄA, jika ada (a,b)ЄR dan (b,c)ЄR,tidak terlihat ada (a,c)ЄR. Dalam hal ini ada (2,4), dan(4,2) tetapi (2,2)ÏR

SUMBER : https://id.wikipedia.org/wiki/Relasi_biner
https://id.wikipedia.org/wiki/Himpunan_(matematika)



baak.gunadarma.ac.id
studentsite.gunadarma.ac.id
http://sap.gunadarma.ac.id/

Softskil Fungi BAB 13

FUNGSI
       Fungsi itu dalam  matematika merupakan pemetaan setiap anggota sebuah himpunan (dinamakan sebagai domain) kepada anggota himpunan yang lain (dinamakan sebagai kodomain).  ini berbeda pengertiannya dengan kata yang sama yang dipakai sehari-hari,contohnya kita sering bilang  seperti “alatnya berfungsi dengan baik.” Konsep fungsi adalah salah satu konsep dasar dari matematika dan setiap ilmukuantitatif. Istilah "fungsi", "pemetaan", "peta", "transformasi", dan "operator" biasanya dipakai secara sinonim. dalam bab ini sama seperti yang sudah-sudah ini masih dalam bagian dari pelajaran Matematika tapi beda di Sub babnya aja contoh-contohnya ada dibawah yaa 


Sebuah fungsi f adalah suatu aturan korespondensi yang menghubungkan setiap objek x dalam satu himpunan, yang disebut daerah asal, dengan sebuah nilai tunggal f(x) dari suatu himpunan kedua

Pengertian Domain, Kodomain, Range
Domain disebut juga dengan daerah asal, kodomain daerah kawan sedangkan range adalah daerah hasil.
contoh : Diketahui himpunan P = { 1,2,3,4 } dan himpunan Q = { 2,4,6,8,10,12 }

Relasi dari himpunan P ke himpunan Q dinyatakan dengan " setengah dari ".
Jika relasi tersebut dinyatakan dengan himpunan pasangan berurutan menjadi :
{ (1,2),(2,4),(3,6),(4,8) }.
Relasi di atas merupakan suatu fungsi karena setiap anggota himpunan P mempunyai tepat satu kawan anggota himpunan Q.
Dari fungsi di atas maka :
Domain/daerah asal = himpunan P = { 1,2,3,4 }
Kodomain/daerah kawan = himpunan Q = { 2,4,6,8,10,12 }
Range/daerah hasil = { 2,4,6,8 }
Jika A = {2, 3, 6} B = {2, 4, 6, 8, 10, 11}. Relasi dari himpunan A ke B adalah “
Faktor dari “, nyatakanlah relasi tersebut dengan :
a. Diagram Panah
b. Diagram Cartesius
c. Himpunan pasangan berurutan.
Jawab:
c. Himpunan pasangan berurutannya :{(2, 2), (2,4), (2, 6), (2, 8), (2, 10), (4, 4),
(4, 8),(6, 6)}

Domain, Kodomain  dan Range
Pada relasi dari himpunan A ke B, himpunan A disebut Domain (daerah asal) himpunan  B disebut Kodomain (daerah kawan) dan  semua anggota B yang mendapat pasangan dari A disebut Range (derah hasil).
Tentukanlah domain, kodomain dan range dari relasi di bawah ini:
Jawab:
a. Domain = { 3, 5 }
Kodomain = { 1, 2, 6, 8, 9}
Range = { 1, 2, 8}
b. Domain = { 3, 5, 7, 8}
Kodomain = { 1, 2, 3, 4, 7, 8}

Range = { {1, 2, 3, 4, 7, 8}

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Fungsi_(matematika)
https://id.wikipedia.org/wiki/Limit_fungsi
https://id.wikipedia.org/wiki/Domain_fungsi

baak.gunadarma.ac.id
studentsite.gunadarma.ac.id
http://sap.gunadarma.ac.id/