BAB I PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR
Ilmu Budaya Dasar adalah ilmu pengetahuan yang
diharapkan untuk kita mengetahui dasar dan pengertian umum tentang
konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan
kebudayaan.
Ilmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia
sebagai Basic Humanities yang berasal dari bahasa Inggris "The Humanities".
Humani ities itu sendiri asalnya dari bahasa latin Humanus yang artinya manusia berbudaya yang halus.
Ilmu budaya juga
termasuk dalam tiga kelompok besar ilmu pengetahuan;
1.
Ilmu alamiah (natural
science) : bertujuan untuk mengetahui keteraturan-keteraturan yang ada di alam pada negara tersebut
2.
Ilmu sosial (social science): bertujuan untuk
mengetahui keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia dalam bersosialisasi
3 . Pengetahunan budaya (the
humanities): bertujuan untuk memahami dan mencari sumber yang
Yang bersifat manusiawi
E.B. Taylor yan berpendapat bahwa kebudayaan adalah
kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat
istiadat, dan kemampuan lain dan juga kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh
manusia sebagai anggota masyarakat.
Seolo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi bahwa , kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat Ilmu budaya dasar membahas tentang nilai-nilai, kebudayaan, dan berbagai masalah yang dihadapi manusia pada sekarang ini . kita perlu mempelajarinya, karena sistem pendidikan kita dirasa sangat kurang. Ruang lingkup pendidikan bangsa kita condong membuat manusia tidak memiliki pandangan yang luas dalam berpikir, karena di perguruan tinggi relatif hanya mempelajari dan fokus kepada satu bidang saja, tidak dibidang lain, alhasil mereka terlihat ‘buta’ mengenai bidang lain yang tidak mereka kuasai.
Seolo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi bahwa , kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat Ilmu budaya dasar membahas tentang nilai-nilai, kebudayaan, dan berbagai masalah yang dihadapi manusia pada sekarang ini . kita perlu mempelajarinya, karena sistem pendidikan kita dirasa sangat kurang. Ruang lingkup pendidikan bangsa kita condong membuat manusia tidak memiliki pandangan yang luas dalam berpikir, karena di perguruan tinggi relatif hanya mempelajari dan fokus kepada satu bidang saja, tidak dibidang lain, alhasil mereka terlihat ‘buta’ mengenai bidang lain yang tidak mereka kuasai.
B. Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Beberapa tujuan mempelajari IBD:
·
Agar lulusan Perguruan
Tinggi dari semua jurusan dapat memiliki kesamaan atau kesambungan bahan pembicaraan
dengan bidang lain, tidak hanya satu bidang saja.
·
Nantinya lulusan
perguruan tinggi punya pengetahuan yang cukup luas tentang budaya
Indonesia, generasi muda harus memiliki minat untuk mempelajari dan
melestarikan budaya-budaya Indonesia agar lebih baik dan lebih dalam lagi.
·
Menjadikan bangsa kita
berjiwa pancasila, sehingga semua keputusan mencerminkan pengamalan nilai pada
pancasila
·
Memiliki wawasan
budaya yang luas
C. Hubungan Ruang Lingkup Ilmu Budaya
Dasar dengan kehidupan sehari - hari
Terkadang kita dihadapkan pada pilihan - pilahan yang kerap kali
membingungkan bagi kita. Kita sebagai individu harus menanamkan peran ilmu
budaya dasar dihati kecil kita. Ini sangat penting untuk memudahkan kita
mengambil keputusan.
Dalam kehidupan bermasyarakat, jika kita
memiliki dasar yang kuat tentang tata cara dan sikap kita dalam bermasyarakat,
maka nantinya kita akan lebih mudah membawa diri kita kedalam masyarakat.
Sedangkan ilmu budaya dasar dalam
kehidupan keluarga, dapat mempengaruhi sikap kita kepada tiap anggota keluarga,
bagaimana caranya agar kita tidak mengecewakan setiap anggota keluarga kita,
terutama orangtua kita.
Bertitik tolak dari kerangka tujuan yang telah di tentukan di atas dua
masalh pokok yang bisa di jadikan pertimbangan, kedua masalah pokok itu adalah
:
1. Berbagai aspek kehidupan yang
seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat di
dekati dengan menggunakan pengetahuan budaya.
2. Hakekat manusia yang satu atau
universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan
masing-masing jaman dan tempat.
Pokok
Bahasan yang akan di kembangkan adalah :
- Manusia dan cinta kasih
- Manusia dan keindahan
- Manusia dan penderitaan
- Manusia dan keadilan
- Manusia dan pandangan Hidup
- Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
- Manusia dan kegelisahan
- Manusia dan harapan
BAB
II MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
A. Manusia
Manusia di alam dunia
ini memegang peranan yang unik, dan dapat di pandang dari berbagai macam segi.
Dalam ilmu ekstra manusia dimpandang sebagai kumpulan partikel atom yang
membentuk suatu jaringan sistem yang di miliki manusia (ilmu kimia), manusia
merupakan mahluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), mahluk
yang selalu ingin mempunyai kekuasaan dan lain-lain. Dari definisi-definisi
tersebut kita dapat melihat bahwa manusia selain dapat di pandang dari banyak
segi, juga mempunyai banyak kepentingan.
Ada dua pandangan yang
akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang
membangun manusia.
1. Manusia
itu sendiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu :
Jasad, yaitu : badan kasar manuasia yang dapat di raba dan menempati
ruang dan waktu
Hayat, yaitu : mengandung unsur
hidup, yang di tandai dengan gerak.
Ruh
yaitu : bimbingan dan pimpinan dari tuhan, daya yang bekerja secara spiritual
dan memahami kebenaran
Nafas, dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri
sendiri
Manusia sebagai satu kepribadian
mengandung tiga unsur yaitu :
Merupakan struktur kepribadian yang paling
primitive dan paling tidak Nampak. Id merupakan libido murni, atau energy
psikis yang menunjukan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex.
Ego, merupakan
bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali di bedakan dari Id, sering
kali di sebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena perannya dalam
menghubungkan energy Id ke dalam saluran sosial yang dapat di mengerti oleh orang
lain.
Superego, merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira
pada usia lima tahun. Di bandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang secara
internal dalam individu,superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Kode
moral positif di sebut ego ideal, suatu perwakilan dari tingkah laku yang tepat
bagi individu untuk di lakukan.
Dari uraian di atas dapat mengkaji aspek tindakan manusia dengan analisa
hubungan antara tindakan dan unsur-unsur manusia.Seringkali, misalnya orang yang
senang terhadap penyimpangan terhadap nilai-nilai masyarakat dapat di
identifikasikan bahwa orang tersebut lebih di kendalikan oleh
Id di banding super
Egonya, atau seringkali ada kelainan yang terjadi pada manusia.
B. Hakekat Manusia
a. Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri
dari tubuh dan jiwa sebagai salah satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat,di raba,di rasa, wujudnya kongrit
tetapi tidak abadi.Jika manusia meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa
terdapat di dalam tubuh tidak dapat dilihat,tidak dapat di raba, sifatnya
abstrak tetapi abadi.jika manusia meninggal jiwa lepas dari tubuh dan kembali
ke asalnya yaitu Tuhan.
b. Mahluk ciptaan Tuhan yang paling
sempurna, jika di bandingkan dengan mahluk lainnya.
Kesempurnaan terletak pada adab dan budayanya, karena manusia di lengkapi
oleh penciptanya dengan akal,perasaan, dan kehendak yang terdapat di dalam jiwa
manusia. Dengan akal (ratio) manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Daya rasa (perasaan) dalam diri manusia itu ada dua macam, yaitu
perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan indrawi adalah rangsangan
jasmani melalui pancaindra, tingkatnya rendah dan terdapat di manusia ataupun
binatang, perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada
manusia misalnya :
1. Perasaan intelektual, yaitu petasaan
yang berkenaan dengan pengetahuan.
2. Perasaan estetis, yaitu perasaan yang
berkenan dengan keindahan.
3. Perasaan etis, yaitu perasaan yang
berkenaan dengan kebaikan.
4. Perasaan diri, yaitu perasaan yang
berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain.
5. Perasaan sosial, yaitu perasaan yang
berkenaan dengan kelompok atau korp atau hidup bermasyarakat, ikut merasakan
kehidupan orang lain.
6. Perasaan religious, yaitu perasaan
yang berkenaan dengan agama atau kepercayaan.
Adanya kehendak dari setiap manusia mampu menciptakan perilaku tentang
kebaikan menurut moral.
Mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi
Manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi faktor-faktor
hayati dan budayawi. Sebagai mahluk budayawi manusia dapat di pelajari dari
segi-segi : kemasyarakatan, kekerabatan, psikologi sosial, kesenian, ekonomi,
perkakas, bahasa dan sebagainya.
Mahluk ciptaan Tuhan yang terikat
dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan
bekerja dan berkarya Soren Kienkegaard seorang filsuf Denmark pelopor ajaran
“eksistensialisme” memandang manusia dalam konteks kehidupan konkrit adalah
mahluk alamiah yang terikat dengan lingkungannya (ekologi).
Hidup manusia
mempunyai tiga syaraf, yaitu estetis, etis dan religius.
Kepribadian
Bangsa Timur
Francis L.K. Hsu, sarjana amerika keturunan Cina yang mengkombinasikan dalam
dirinya keahlian di dalam ilmu antropologi, ilmu psikologi, ilmu filsafat dan
kesustraan cina klasik. Dalam jiwa manusia sebagai mahluk sosial budaya itu
mengandung delapan daerah yang seolah-olah seperti lingkaran konsentrif sekitar
diri pribadi.
Banyak orang masih sering mempersoalkan perbedaan antara kebudayaan barat dan
kebuyaan timur. Orang-orang yang sering mendiskusikan kontras antara kedua
konsep tersebut secara popular, biasanya menyangka bahwa kebudayaan Timur lebih
mementingkan kehidupan kerohanian, mistik, pikiran preologis, keramatamahan,
dan gotong royong. Berikut ini dipaparkan bagan psiko-sosiagram manusia
sebagaimana diuraikan di atas menurut Prof.Dr.Koentjaraningrat dalam bukunya
yang berjudul kebudayaan, mentalis dan pembangunan.
0. Dunia luar
1. Lingkungan hubungan jauh
2. Lingkungan hubungan berguna
3. Lingkugan hubungan karib
4. Kesadaran yang dinyatakan
5. Kesadaran yang tak di nyatakan
6. Sunsadar
7. Taksadar
D. Pengertian Kebudayaan
Dua orang antropolog termuka yaitu Melville J. Herkovits dan Bronislaw
Malinowski mengemukakan bahwa Cultural Determinism berarti segala sesuatu yang
terdapat di dalam masyarakat di tentukan adanya oleh kebudayaan yang di miliki
masyarakat itu. Herkovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang
superorganic, karena kebudayaan yang turun menurun dari generasi ke generasi
hidup terus.
Kebudayaan jika dikaji dari asal kata bahasa sansekerta berasal dari kata
budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal
dari kata colere yang berarti mengolah tanah.Seorang antropolog yaitu E.B Tylor
(1871) mendefinisikan kebudayaan sebagai berikut :
Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan,
kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan lain serta kebiasaan yang
di dapatkan oleh manusia sebagai angotta masyarakat.
- Selo Sumarjan
dan soelaeman Soeardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan
cipta masyarakat.
- Sutan Takdir
Alisyahbana mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikir.
- Koentjaraningrat
mengatakan bahwa kebudayaan antara lain berarti keseluruhan gagasan dan karya
manusia yang harus diibiasakan dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil
budi pekertinya.
- A.L krober dan
C.Kluckhon mengatakan bahwa kebudayaan adalah menifestasi atau penjelmaan kerja
jiwa manusia dalam arti seluas luasnya.
Sistem nilai dan
gagasan utama sebagai hekekat kebudayaan terwujud dalam tiga sistem kebudayaan
secara terperinci, yaitu sistem ideology, sistem sosial dan sistem teknologi.
E. Unsur-Unsur Kebudayaan
Yang di maksud dengan unsur di sini adalah apa saja sesungguhnya kebudayaan
itu, sehingga kebudayaan disini lebih mengandung makna totalitas dari pada
sekedar penjumlahan unsur-unsur yang terdapat di dalamnya.
Beberapa orang sarjana, telah mencoba merumuskan unsur-unsur pokok
kebudayaan misalnya Melville J. Herkovits mengajukan pendapatnya tentang unsur
kebudayaan.di katakana bahwa ada empat unsur dalam kebudayaan yaitu alat-alat
teknologi, sistem ekonomi, keluarga dan kekuatan politik. Sedangkan Bronislaw
Malinowski mengatakan bahwa unsur-unsur itu terdiri dari sistem norma
organisasi ekonomi, alat-alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan dan
organisasi kekuatan.
C.Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories Of Culture
mengemukakan bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal yaitu :
1. Sistem Religi (sistem kepercayaan).
Merupakan produk
manusia sebagai homo religious.
2. Sistem organisasi
kemasyarakatan.Merupakan produk homo socius.
3. Sistem pengetahuan .Merupakan produk
manusia sebagai sapiens.
4. Sistem mata pencarian hidup dan
sistem-sietem ekonomi.Merupakan produk manusia homo economicus menjadikan
tingkat kehidupan anusia secara umum terus meningkat.
5. Sistem Teknologi dan Peralatn,
Merupakan produk dari manusia sebagai homo faber.
6. Bahasa.Merupakan produk dari manusia
sebagai homo longuens.
7. Kesenian. Merupakan hasil dari
manusia sebagai homo aesteticus.
F. Wujud Kebudayaan
Menurut dimensi
wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu
1. Kompleks gagasan, konsep dan pikiran
manusia :
Wujud ini di sebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat di lihat
dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya, atau dengan perkataan
lain, dalam alam pikiran warga masyarakat di mana kebudayaan bersangkutan
hidup.
2. Kompleks aktivitas
Berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret, dapat
di amati atau diobserfasi. Wujud ini sering disebut sistem sosial, Sistem
sosial bersifat kongkret, terjadi di sekeliling kita sehari-hari bisa
diobservasi, di foto dan didokumentasi.
3. Wujud Sebagai benda :
Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai
penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya.
G. Orientasi Nilai Budaya
Menurut C,Kluckhohn dalam karyanya Variations in Value Orientation (1961)
Sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal
menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :
1. Hakekat hidup manusia (MH)
Hakekat hidup untuk manusia setiap kebudayaan berbeda secara ekstrem ada
yang berusaha untuk memandang hidup,ada pula denga pola kelakuan tertentu yang
mengganggap hidup sebagai hal yang baik “mengisi hidup”
2. Hahekat karya manusia (MK)
Setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda. Di antaranya ada yang
beranggapan bahwa karya bertujuan untuk hidup karya memberikan kedudukan atau
kehormatan karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.
3. Hakekat waktu manusia (WM)
Hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda ada yang berpandangan
mementingkan orientasi masa lampau ada pula yang berpandangan untuk masa kini
atau masa yang akan datang.
4. Hakekat alam manusia (MA)
Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam atau
memanfaatkan alam semaksimal mungkin.
5. Hakekat hubungan manusia (MN)
Dalam hal ini ada yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, baik
secra horizontal (sesamanya) maupun secra vertical (orientasi kepada
tokoh tokoh) ada pula yang berpandangan individualistis (menilai tinggi
kekuatan sendiri).
H. Perubahan Kebudayaan
Masyarakat dan kebudayaan di manapun selalu dalam keadaan berubah,sekalipun
masyarakat dan kebudayaan primitive yang terisolasi dari berbagai hubungan
dengan masyarakat lainnya. Tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan
mempunyai dinamika dan gerak.
Terjadinya gerak/
perubahan ini di sebabkan oleh beberapa hal :
1. Sebab-sebab yang berasal dari dalam
masyarakat dan kebudayaan sendiri.
2. Sebab-sebab perubahan lingkungan alam
dan fisik tempat mereka hidup.
Perubahan ini, selain karena jumlah penduduk dan komposisinya, juga karena
adanya difusi kebudayaan,penemuan-penemuan baru, khususnya teknologi dan
inovasi. Perubahan sosial dan perubahan kebudayaan berbeda. Perubahan sosial
adalah segala perubahan sosial terjadi perubahan struktur sosial dan pola-pola
hubungan sosial.
Sedangkan perubahan kebudayaan atau akulturasi terjadi apabila suatu
kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu di hadapkan pada unsur-unsur suatu
kebudayaan asing yang berbeda. Proses migrasi besar-besaran, dahulu kala
mempermudah berlangsungnya akulturasi tersebut. Beberapa masalah yang
menyangkut
\proses tadi adalah :
a. Unsur-unsur kebudayaan asing manakah
yang mudah diterima
b. Unsur-unsur kebudayaan asing manakah
yang sulit di terima
c. Individu-individu manakah yang
cepat menerima unsur-unsur yang baru
d. Ketegangan-ketegangan-ketegangan
apakah yang timbul sebagai akibat akulturasi tersebut.
1.
Pada umumnya
unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah :
a. Unsur kebudayaan kebendaan seperti
peralatan yang terutama sangat mudah di pakai dan dirasakan sangat bermanfaat
bagi masyarakat yang menerimanya.
b. Unsur-unsur yang terbukti mambawa
manfaat besar.
c. Unsur-unsur yang dengan mudah
di sesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsur-unsur tersebut.
2. Unsur-unsur kebudayaan yang sulit
diterima oleh sesuatu masyarakat adalah misalnya:
a. Unsur yang menyangkut sistem
kepercayaan seperti ideology
b. Unsur yang dipelajari pada taraf
pertama proses sosialisasi.
3. Pada umunya generasi muda di anggap
sebagai individu-individu yang cepat menerima unur-unsur kebudayaan asing yang
masuk melalui proses akulturasi.sebaliknya generasi tua, di anggap sebagai
orang-orang kolot yang sukar menerima unsur baru.
4. Suatu masyarakat yang terkena proses
akulturasi,selalu ada kelompok-kelompok individu yang sukar sekali atau bahkab
tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.
Berbagai faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu kebudayaan
baru diantaranya :
1. Terbatasnya masyarkat memiliki hungan
atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar
masyarakat tersebut.
2. Jika pandangan hidup dan nilai-nilai
yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama maka penerimaan
unsur baru itu mengalami hambatan dan harus disensor sulu oleh berbagai ukuran
yang berlandaskan ajaran agama yang berlaku.
3. Corak struktur sosial suatu
masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru.
4. Suatu unsur kebudayaan diterima jika
sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan-landasan bagi
diterimanaya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
5. Apabila unsur yang baru itu meniliki
skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya
oleh warga masyarakat yang bersangkutan.
I. Kaitan Manusia Dan
Kebudayaan
Secara sederhana hungan antara manusia dan kebudayaan adalah : manusia
sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang di laksanakan manusia.
Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal,
maksudnya bahwa malaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu
kesatuan. Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat di
pandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat di nyatakan
sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain. Proses diakletis
ini tercipta melalui tiga tahap yaitu :
1. Eksternalisasi, yaitu proses dimana
manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
2. Obyektivitas, yaitu proses di mana
masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari
manusia dan berhadapan dengan manusia.
3. Internalisasi, yaitu proses dimana
masyarakat disergap kembali oleh manusia.
Manusia dan kebudayaan, atu manusia dan masyarakat, oleh karena itu
mempunyai hubungan erat satu sama lain.Analisa terhadap keberadaan keduanya
harus menyertakan pembatasan masalah dan waktu agar penganalisaan dapat di
lakukan dengan lebih cermat.
BAB III
KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN
A. Pendekatan Kesusastraan
Hampit di setiap jaman seni termasuk sastra memegang peranan yang
penting dalam the humanities. Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi
nilai-nilai kemanusiaan, dan bukannya formulasi nilai-nilai kemanusiaan seperti
yang terdapat dalam filsafat atu agama.
Karena seni adalah ekspresi yang sifatnya tidak normative, seni lebih mudah
berkomunikasi, karena tidak normatif nilai-nilai yang di sampaikan lebih
fleksibal baik isinya maupun cara penyampainnya.
Orientasi the Humanities adalah ilmu : Dengan mempelajari satu sebagai dari
disiplin ilmu yang mencakup dalam the humanities, mahasiswa di harapkan dapat
menjadi homo humanus yang lebih baik.
B. Ilmu Budaya Dasar Yang Di Hubungkan
Dengan Prosa
Istilah prosa banyak pandangannya. Kadang-kadang di sebut narrative
fiction, prose fiction atu hanya fiction saja. Dalam bahasa Indonesia istilah
tadi sering di terjemahkan menjadi cerita rekaan dan di definisikan sebagai
bentuk cerita tau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan
alur yang si hasilkan oleh daya khayal atau imajinasi.
Dalam kesussatraan Indonesia kita mengenai jenis prosa lama dan prosa baru.
a. Prosa lama meliputi
1. Dongeng-dongeng
2. Hikayat
3. Sejarah
4. Epos
5. Cerita pelipur lara
b. Prosa baru meliputi
1. Cerits pendek
2. Roman/novel
3. Biografi
4. Kisah
5. Otobiografi
C. Nilai-Nilai Dalam Prosa Fiksi
Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau karya sastra
(prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawakan moral, pesan atau cerita
Dengan perkataan lain prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembawa lewat
sastra. Adapun nilai-nilai yang di peroleh pembawa lewat sastra antara lain :
1. Prosa fiksi memberikan kesenangan
Keistimewaan kesenangan yang di peroleh dari membaca fiksi adalah pembaca
mendapatkan pengalaman, pembaca dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal
dareh atau tempat asing, pembaca juga dapat mengenal tokoh-tokoh asing.
2. Prosa fiksi memberikan informasi
Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dalam
ensiklopedia. Dalam novel sering kita dapat belajar sesuatu yang lebih daripada
sejarah atau laporan jurnalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa
lampau, bahkan juga kehidupan yang akan dating atau kehidupan yang asing sama
sekali.
3. Prosa fiksi memberikan warisan
cultural
Prosa fiksi dapat menstimulasi
imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari
warisan budaya bangsa. Salah satunya adalah novel Siti Nurbaya.
4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan
pengalaman-pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan lebih
banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau ransangan aksi
yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang di sajikan dalam kehidupan
sendiri.
Berkenaan dengan moral , karya satra dapat di bagi menjadi dua : Karya
sastra yang menyurakan aspirasi jamannya, dan karya satra yang menyuarakan
gejolak jamananya, ada juga yang tentunya menyuarakan kedua-duanya.
Kedua macam sastra itu selalu menyampaikan masalah. Masalah ini di
sampaikan dengan jalan menyajikan interaksi tokoh-tokohnya.Kita kenal Mahabrata
dan Ramayana, Mahabrta menceritakan kepahlawanan orang-orang pandawa yang
pemberani.
Pokok bhasan manusia dan cinta kasih dapat di hungkan denga cinta kasih
antara Maria dan Yusuf dalam
uku layar terkembang
karya Sutan Takdir Alisyahbana.
D. Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan
Puisi
Pembahasan puisi dalam rangka pengjaran Ilmu Budaya Dasar tidak akan lepas
di arahkan pada tradisi pendidikan dan pengajaran sastra dan apresiasinya yang
murni. Puisi dapat di pakai sebagai media sekaligus sebagai sumber sesuai
dengan tema-tema atau pokok bahasan yang terdapat di dalam Ilmu Budaya Dasar.
Puisi termasuk satra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan
kesenian cabang/unsur dari kebudayaan.
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh
kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
1. Figura bahasa (figutrative language )
seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori sehingga puisi
menjadi segar hidup, menarik dan memberi kejelasan gambaran angan.
2. Kata-kata yang ambiqiuitas
yaitu kata-kata yang bermakna ganda banya tafsir
3. Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata
yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan pengalaman jiwa penyair sehingga
terasa hidup dan memukau.
4. Kata-kata yang konotatif yaitu
kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi
tertentu.
5. Pengulangan yang berfungsi untuk
mengintensifkan hal-hal yang di lukiskan,sehingga lebih menggugah hati.
Dibalik kata-katanya yang padat,ekonomis dan suakr di cerna maknanya
itu,puisi berisi potret kehidupan manusia.
\
Adapun alasan-alasan yang melandasi penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu
Budaya Dasar adalah sebagi berikut :
1. Hubungan puisi dengan pengalaman
hidup manusia
Perekaman dan
penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut “pengalaman perwakilan”.
Pendekatan terhadap pengalaman perwakilan itu dapat di lakukan dengan suatu
kemampuan yang di sebut “imaginative entry” yaitu kemampuan menghubungkan
pengalaman hidup sendiri dengan pengalaman yang di tuangkan penyair dalam
puisinya.
2. Puisi dan keinsyafan/kesadaran
individual.
Dengan membaca puisi
mahasiswa dapat di ajak untuk dapat menjenguk hati/penyair manusia, baik orang
lain maupun diri sendiri.
3. Puisi dan keinsyafan sosial
Secara imaginative
puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa :
- Penderitaan
atas ketidakadilan
- Perjuangan
untuk kekuasaan
- Konflik dengan
sesame
- Pemberontakan
terhadap hukum Tuhan
Cinta kasih itu kadang-kadang tidak berdiri sendiri,ia sering berpadu
dengan nilai-nilai kemanusiaan yang lain seperti penderitaan
(kesepian,kesedihan,keputusan,dll).
Puisi merupakan sesuatu yang hidup dalam metafisis, suatu impian yang
berkribadian sehingga sukar dihayati isinya, Walaupun demikian bila puisi
dibaca dengan baik setidaknya akan membantu pembaca dalam menafsirkannya.
BAB IV
MANUSIA DAN CINTA KASIH
A. Pengertian Cinta Kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwadarminta, cinta
adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada) ataupun (rasa)
sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya
perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan.
Cinta memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta
merupakan landasan dalam hubungan perlkawinan,pembentukan keluarga dan
pemeliharaan anak hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab.
Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu,yaitu
pengasuhan,tanggung jawab, perhatian dan pengenalan. Pada pengasuhan contoh
yang paling menonjol adalah cinta seorang ibu kepada anaknya, Sedangkan
tanggung jawab dalam arti benar adalah sesuatu tindakan yang sama sekali suka
rela yang dalam kasus hubungan ibu dan anak bayinya menunjukan penyelenggaraan
atas hubungan fisik. Unsur yang ketiga adalah perhatian yang berarti
memperhatikan bahwa pribadi lain itu hendaknya berkembang dan membuka diri sebagaimana
adanya. Yang ke empat adalah pengenalan yang merupakan keinginan untuk
mengetahui rahasia menusia. Dengan ke empat unsur tersebut, yaitu
pengasuhan,tanggung jawab,perhatian dan pengenalan suatu cinta dapat dibina
secara lebih baik.
Pengertian tentang cinta di kemukaan oleh Dr.Sarlito W. Sarwono.
Dikatakannya bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterkaitan, keintiman, dan
kemesraan.
Beraneka ragam cinta tingkat rendah :
1. Cinta kepada setan
2. Cinta berdasarkan hawa nafsu
3. Cinta yang lebih mengutamakan
kecintaan pada orang tua, anak, istri, perniagaan dan tepat tinggal.
B. Cinta Menurut Ajaran Agama
Dalam kehidupan manusia,cinta menampakan diri dalam berbagai
bentu.Kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri. Kadang-kadang
mencintai orang lain. Atau juga istri dan anaknya, hartanya atau Tuhan.
- Cinta Diri
Cinta diri erat
kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia sengan untuk tetpa hidup,
menegmbangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Pun ia mencintai
segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya.
- Cinta kepada
sesama manusia
Agar manusia dapat
hidup dangan penuh keserasian dan keharmonisan dengan menusia lainnya, tidak
boleh tidak harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Pun
hendaknya ia mneimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada
orang-orang lain,bekerja sama dan member bantuan kepda orang lain.
- Cinta seksual
Cinta erat kaitannya
dengan seksual. Sebab ilaha yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang,
keserasian dan kerja sama antara suami dan istri. Ia merupakan faktor yang
primer bagi kelangsungan hidup keluarga.
- Cinta
kebapakan
Mengingat bahwa antara
ayah dengan anak-anakanya tidak terjalin oelh ikatan-ikatan fisiologis seperti
yang menghubungkan si ibu dengan anak-anakanya, maka para ahli ilmu jiwa modern
berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiolagis seperti
halnya dorongan keibuan,melainkan dorongn psikis.
- Cinta kepada
Tuhan
Puncak cinta manusia
yang paling jernih dan spiritual ialah cintanya kepada Tuhan dan kerinduan
kepada-Nya.
C. Kasih Sayang
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karanngan W.J.S
poerwadaminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada
seseorang.
Cara pemberian cinta kaih orang tu terhadap anaknya dapt di bedakan :
1. Orang tua bersifat aktif, si anak
bersifat pasif
2. Orang tua bersifat pasif si anak
bersifat aktif
3. Orang tua bersifat pasif si anak
bersifat pasif
4. Orang tua bersifat aktif si anak
bersifat aktif.
Ada bermacam-macam
kasus kasih sayang delam kehidupan, semua orang tua mengharapkan hidup anaknya
bahagia. Karena itu, tidak sedikit orang tua menumpahkan kasih sayang secara
berbeda-beda sesuai dengan kemampuan dan pendapatannya, Ada yang secara
berlebihan, disiplin, secara memberikan kebebasan dan sebagainya. Karena itu
ada yang berhasil, tetapi banya pula yang gagal.
D. Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra yang artinya perasaan simpati yang
akrab kemesraan ialah hubungan akrab baik antara pria wanita yang sedang mabuk
asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan
perwujudan kasih sayang yang mendalam.
Cinta yang barlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan.Kemesraan
adalah perwujudan dari cinta, kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas
manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai
dengan kemampuan dan bakatnya.
E. Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu menifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang
diwujudkan dalm bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak
dapat di pisahkan dari kehidupan manusia, Hal ini karena pemujaan kepada Tuhan
adalah inti nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.
Tuhan adalah pencipta,tetpi tuhan juga penghancur segalanya, bila manusia
mengabaikan segala perintahnya, karena itu jelaslah bagi kita semua bahwa
pemujaan kepada tuhan adalah bagian hidup manusia karena tuhan pencipta semeesta
termaasuk manusia itu sendiri dan penciptaan semesta untuk manusia.
F. Belas Kasihan
Dalam surat Yohanes di jelaskan ada tiga macam cinta. Cinta agape ialah
cinta manusia kepda tuhan, Cinta philia ialah cinta ibu bapaknya (orang tua)
dan saudara dan ke tiga cinta Amor/eros ialah cinta antara pria dan wanita.
Selain itu masih ada cinta lagi yaitu cinta terhadap sesama. Cinta terhadap
sesame merupakan perpaduan antara cinta agape dan cinta philia.
Cinta sesama ini diberikan istilah belas kasihan untuk membedakan antara
cinta kepada orang tua, pria-wanita, cinta kepada Tuhan.
Perbuatan atau sifat belas kasihan adalah orang yang berahlak. Manusia
mempunyai potensi untuk berbelas kasihan.
Cara –cara menumpahkan belas kasihan
Dalam kehidupan banyak sekali yang harus kita kasihani dan banyak cara kita
menumpahkan belas kasihan, yang perlu kita kasihani antara lain : yatim piatu,
orang-orang jompo yang tidak mempunyai ahli waris,pengemis yang benar-benar
tidak mampu bekerja,orang sakit,orang cacat,masyarakat kita yang hidup
manderita dan sebagainya. Orang-orang itu umumnya menderita lahir dan batin dan
umumnya sedikit tangan yang menaruh belas kasihan.
Berbagai macam orang memberikan belas kasihan bergantung kepada situasi dan
kondisi. Ada yang memberikan uang, ada yang memberikan barang, ada yang
memberikan pakaian,maanan dan sebagainya.
G. Cinta Kasih Erotis
Cinta kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antar orang-orang yang
sama-sama sebanding, sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap
orang-orang yang lemah tanpa daya.
Pertama-tama cinta kasih erotis kerap kali di campur dengan pengalaman yang
berupa eksplosif berupa jatuh cinta, yaitu keruntuhan tiba-tiba tembok yang
sampai waktu itu terdapat di antara dua orang yang asing satu sama lain.
Dalam cinta kasih erotis terdapat ekslisif yang tidak terdapat dalam cinta
kasih persaudaraan dan cinta kasih keibuan. Ciri-ciri ekslusif dalam cinta
kasih erotis ini perlu di bicarakan lebih lanjut. Kerap kali ekslusivitas dalam
cinta kasih erotis disalah tafsirkan dan di artikan sebagai suatu ikatan hak
milik.
· B AB V PENGERTIAN
KEINDAHAN
Keindahan berasal dari
kata Indah, Keindahan adalah sifat dari sesuatu yang memberi kita rasa senang
bila melihatnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan
sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan
dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan
budaya. Sebuah “kecantikan yang ideal” adalah sebuah entitas yang dikagumi,
atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya
tertentu, untuk kesempurnaannya.
Herbet Read merumuskan bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat diantara pencerapan-pencerapan indrawi manusia.
Herbet Read merumuskan bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat diantara pencerapan-pencerapan indrawi manusia.
Pengertian keindahan
menurut para ahli :
1. Thomas Aquinos (1225-1274) mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bila mana dilihat (Id qout visum placet).
1. Thomas Aquinos (1225-1274) mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bila mana dilihat (Id qout visum placet).
2. Khalil Gibran mengungkapkan bahwa
Keindahan adalah sesuatu yang menarik jiwamu. Keindahan adalah cinta yang tidak
memberi namun menerima.
3. Baumgarten adalah Keindahan adalah
keselur uhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian- bagian yang
saling berhubungan satu sama lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri.
4. The Liang Gie dalam bukunya “
Garis Besar Estetik” (Filsafat Keindahan), dalam bahasa Inggris Keindahan
diterjemahkan dengan kata “Beautiful”, bahasa Perancis “Beau” , Italia dan
Spanyol “Bello” , kata-kata itu ber asal dar i bahasa Latin “Bellum” , akar
katanya adalah “Bonum” yang berarti Kebaikan kemudian mempunyai bentuk
pengecilan menjadi “Bonellum” dan terakhir dipendekkan menjadi “bellum”.
Dapat membedakan antara keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah.
Dapat membedakan antara keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah.
Keindahan dalam suatu
kualitas yang abstrak adalah keindahan yang tak dapat terlihat secara fisik dan
bersifat tidak beraturan, tetapi nilai dari keindahan itu dapat
dirasakan,seperti contoh keindahan ketika merasakan angin yang berhembus.
Sedangkan keindahan sebagai sebuah benda tertentu yang indah adalah kebalikan
dari Keindahan dalam suatu kualitas yang abstrak, dimana keindahan itu dapat
dirasakan, dilihat maupun dapat dikenang selama kita mengingatnya.
3. Menakar
Arti Sebuah Nilai Keindahan
Kehidupan yang indah untuk sebagian besar dunia, sering didefinisikan oleh
kekayaan pribadi atau setidaknya, kemudahan hidup.Kehidupan indah bukan
penghakiman, marah, takut, balas dendam, bangga, khawatir, nafsu,
ketidakpercayaan, kesibukan, memperoleh kekuasaan, atau melindungi kekuasaan.
Kehidupan yang indah tidak membandingkan diri dengan orang lain, tidak bersaing
untuk sanjungan orang lain, dan tidak menyimpan agenda tersembunyi dan dendam
jangka panjang.
Tampak bahwa kehidupan yang indah haruslah menyertakan banyak tawa. Bukan
tawa penuh dengan kemarahan sarkasme, tapi tawa yang diisi dengan sesuatu yang
benar-benar lucu atau menyentuh. Orang yang hidup dengan kehidupan indah
melihat humor dalam banyak hal, termasuk kenikmatan menertawakan diri mereka
sendiri. Ya, kehidupan yang indah harus menyertakan tawa. Terlihat bahwa
kehidupan yang indah haruslah juga mencakup tangisan. Air mata datang dengan
mudahnya dalam kehidupan yang indah. Sebuah kehidupan yang indah tersentuh
secara mendalam ketika ada manusia terluka, kata lembut, atau pelukan hangat.
Sebuah kehidupan yang
indah juga harus mencakup sukacita dan kebahagiaan. Bukan jenis kebahagiaan
yang membawa kesenangan sementara, tetapi yang nyata dan abadi. Sebagaimana CS
Lewis menulis, “Allah tidak dapat memberi kita kebahagiaan dan damai terpisah
dari diri-Nya, karena itu tidak ada. Tidak ada yang seperti itu”. Oleh karena
itu., Kehidupan yang indah harus mencakup pelatihan jiwa dengan pelajaran
pertama untuk belajar bahwa kita tidaklah memiliki jiwa, tetapi kitalah jiwa
tersebut!
Sebuah kehidupan yang indah juga harus mencakup belajar dan menghubungkan.
Belajar tentang hidup, orang, dan fakta melalui buku dan pengalaman adalah
kehidupan yang indah. Sebuah kehidupan yang indah harus menyadari bahwa kita
semua terhubung, mengetahui bahwa kita tidak boleh menyakiti atau
mengeksploitasi pihak lain karena kita akan hanya merugikan dan mengeksploitasi
diri kita sendiri.
Sebuah kehidupan yang
indah adalah mencintai dan dicintai. Sebuah kehidupan yang indah membutuhkan
masyarakat, terutama yang kecil yang tidak hanya tahu nama kita, tetapi
menyandang nama kita. Sebuah kehidupan yang indah diisi dengan kekaguman dan
permainan. Seseorang yang memiliki kehidupan indah mencintai karyanya, karena
itu adalah suatu panggilan dan gairah. Sebuah kehidupan yang indah harus
menikmati moderasi dan batas. Sebuah kehidupan yang indah penuh dengan
nilai-nilai klasik dari iman, harapan, dan cinta.
B. RENUNGAN
Renungan berasal dan
kata renung, artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu
dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk
menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori ini ialah: teori pengungkapan,
teori metafisik dan teori psikologik.
1. Teori
Pengungkapan
Dalil dan teori ini ialah bahwa “Art is an expression of human feeling”
(seni adalah suatu pengungkapan dan perasaan manusia). Teori ini terutama
bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu
karya seni.
Tokoh teori ekspresi
yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan
karyanya yang telah diterjemahkan ke
dalam bahasa Inggris “aesthetic as Science of Expression and General
Linguistic”. Beliau antara lain menyatakan bahwa “art is expression of
impressions” (Seni adalah pengungkapan dan kesan-kesan) Expression adalah sama
dengan intuition. Dan intuisi adalah pengetahuan intuitif yang diperoleh
melalui penghayatan tentang hal-hal individual yang menghasilkan gambaran
angan-angan (images). Dengan demikian pengungkapan itu berwujud pelbagai
gambaran angan-angan seperti misalnya images warna, garis dan kata. Bagi
seseorang pengungkapan berarti menciptakan seni dalam dirinya tanpa perlu
adanya kegiatan jasmaniah keluar. Pengalaman estetis seseorang tidak lain
adalah ekspresi dalam gambaran angan-angan.
2. Teori
Metafisik
Teori seni yang bercorak metafisis
merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dan Plato yang
karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi
keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengemukakan suatu teori
peniruan (imitation theory). Ini sesuai dengan metafisika Plato yang
mendalilkan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagal realita Ilahi.
Pada taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan
cerminan semu dan mirip realita Ilahi itu. Dan karya seni yang dibuat manusia
hanyalah merupakan mimemis (tiruan) dari realita duniawi Sebagai contoh Plato
mengemukakan ide keranjangan yang abadi, asli dan indah sempurna ciptaan Tuhan.
Kemudian dalam dunia mm tukang kayu membuat ranjang dari kayu yang menciptakan
ide tertinggi ke-ranjangan-an itu. Dan akhirnya seniman meniru ranjang kayu itu
dengan menggambarkannya dalam sebuah lukisan. Jadi karya seni adalah tiruan
dari suatu tiruan lain sehingga bersifat jauh dari kebenaran atau dapat
menyesatkan. Karena itu seniman tidak mendapat tempat sebagai warga dan negara
Republik yang ideal menurut Plato.
3. Teori
Psikologis
Teori-teori metafisis dari para filsuf yang bergerak di atas taraf
manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta
umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Sebagian ahli
estetik dalam abad modem menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya
seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode
psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisis dikemukakan teori bahwa proses
penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dan seseorang seniman.
Sedang karya seninya itu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang
diwujudkan keluar dan keinginan-keinginan itu.
Suatu teori lain tentang sumber seni ialah teori permainan yang
dikembangkan oleh Fredrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer
(1820-1903). Menurut Schiller, asal mula seni adalah dorongan batin untuk
bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang. Seni merupakan
semacam permainan menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan
dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan. Bagi Spencer, permainan
itu berperanan untuk mencegah kemampuan-kemampuan mental manusia menganggur dan
kemudian menciut karena disia-siakan. Seseorang yang semakin meningkat taraf
kehidupannya tidak memakai habis energinya untuk keperluan sehari-hari,
kelebihan tenaga itu lalu menciptakan kebutuhan dan kesempatan untuk melakukan
rangkaian permainan yang imajinatif dan kegiatan yang akhirnya menghasilkan
karya seni. Teori permainan tentang seni tidak sepenuhnya diterima oleh para
ahli estetik. Keberatan pokok yang dapat diajukan ialah bahwa permainan
merupakan suatu kreasi, padahal seni adalah kegiatan yang serius dan pada
dasarnya kreatif.
Sebuah teori lagi yang dapat dimasukkan dalam teori psikologis ialah teori
penandaan (signification theory) yang memandang seni sebagi suatu lambang atau
tanda dari perasaan manusia. Simbol atau tanda yang menyerupai atau mirip
dengan benda yang dilambangkan disebut iconic sign (tanda serupa), misalnya
tanda lalu lintas yang memperingatkan jalan yang berbelok-belok dengan semacam
huruf Z adalah suatu tanda yang serupa atau mirip dengan keadaan jalan yang
dilalui. Menurut teori penandaan itu karya seni adalah iconic signs dan proses
psikologis yang berlangsung dalam diri manusia, khususnya tanda-tanda dan
perasaannya. Sebagai contoh sebuah lagu dengan irama naik turun dan alunan
cepat lambat serta akhirnya berhenti .
DAFTAR PUSTAKA :
http://ariftito.blogspot.co.id/2015/04/softskill-ibd-manusia-dan-keindahan.html
https://asmaranishabrina.wordpress.com/2012/10/04/pengertian-ilmu-budaya-dasar/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar